Nasional . 17/12/2025, 12:51 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera kembali mencatatkan angka duka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut terus bertambah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Selasa, 16 Desember 2025, total korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 1.053 jiwa.
“Data per tanggal 16 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi itu sebanyak 1.053 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam jumpa pers virtual, Selasa 16 Desember 2025.
Muhari menjelaskan, angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 23 jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya. Penambahan korban tewas ini berasal dari beberapa wilayah terdampak paling parah.
Rinciannya, penemuan korban terbaru terjadi di:
Aceh Tamiang: 17 korban meninggal dunia
Aceh Utara: 1 korban meninggal dunia
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara: 5 korban meninggal dunia
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD daerah, serta relawan masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi di lokasi-lokasi rawan longsor dan banjir bandang.
Secara akumulatif, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia tersebar di tiga provinsi sebagai berikut:
Aceh: 449 jiwa
Sumatera Utara: 360 jiwa
Sumatera Barat: 244 jiwa
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, mengingat luasnya daerah terdampak serta kondisi geografis yang rentan terhadap longsor dan luapan sungai saat curah hujan ekstrem.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat masih banyak warga yang belum ditemukan. Hingga hari ini, 200 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana di Pulau Sumatera.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media