Megapolitan . 17/12/2025, 13:06 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tanah longsor di 12 kecamatan selama Desember 2025. Ancaman tersebut dipicu oleh prakiraan peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan menengah hingga tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan, pemetaan wilayah rawan longsor dilakukan melalui analisis tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan yang bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain data BMKG, BPBD DKI Jakarta juga menggunakan rujukan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperkuat analisis risiko.
“Berdasarkan analisis tersebut, terdapat beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang masuk dalam zona kerentanan menengah hingga tinggi terhadap gerakan tanah, terutama apabila curah hujan berada di atas normal,” ungkap Isnawa dalam keterangan, Selasa, 16 Desember 2025.
Adapun wilayah dengan tingkat kerentanan menengah hingga tinggi tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Di wilayah Jakarta Selatan, sejumlah kecamatan yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, serta Pesanggrahan.
Sementara itu, di Jakarta Timur, daerah yang dinilai rawan longsor mencakup Kecamatan Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, dan Pasar Rebo.
Isnawa menerangkan bahwa pada zona kerentanan menengah, potensi gerakan tanah dapat terjadi ketika curah hujan berada di atas kondisi normal, khususnya di area yang berdekatan dengan lembah sungai, tebing, gawir, badan jalan, atau lereng yang telah mengalami gangguan.
Sedangkan pada zona kerentanan tinggi, risiko longsor dinilai lebih besar karena pergerakan tanah lama berpotensi aktif kembali apabila dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung dalam durasi panjang.
“Walaupun Jakarta dikenal sebagai wilayah perkotaan, potensi longsor tetap ada, khususnya di area dengan kontur tertentu dan kondisi tanah yang rentan. Karena itu, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, BPBD DKI Jakarta mengimbau para lurah, camat, serta masyarakat untuk meningkatkan antisipasi terhadap potensi gerakan tanah selama musim hujan.
Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda awal, seperti munculnya retakan pada tanah, pohon atau tiang yang tampak miring, maupun longsoran kecil di sekitar lingkungan tempat tinggal.
“Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan sejak dini, terutama saat intensitas hujan meningkat,” pungkasnya.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media