Internasional . 18/12/2025, 20:53 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pemerintahan Presiden Donald Trump menyetujui penjualan paket persenjataan senilai USD 11 miliar atau setara Rp 183 triliun kepada Taiwan. Ini menjadi penjualan senjata kedua sejak Trump menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan pada Kamis (18/12/2025). Paket senjata yang disetujui terbilang besar dan strategis, mencakup roket HIMARS, rudal antitank, drone militer, serta berbagai suku cadang persenjataan penting.
“Ini adalah penjualan senjata kedua ke Taiwan yang diumumkan selama masa jabatan kedua pemerintahan Trump, sekali lagi menunjukkan komitmen kuat AS terhadap keamanan Taiwan,” ujar Kementerian Luar Negeri Taiwan, dikutip dari Reuters.
Penjualan senjata kali ini bukan sekadar simbolik. Sistem HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dikenal sebagai senjata artileri roket jarak jauh yang mampu memberikan daya gentar tinggi, terutama dalam skenario pertahanan wilayah.
Selain HIMARS, Taiwan juga akan memperoleh:
Rudal antitank untuk menghadapi potensi invasi darat
Drone militer untuk pengawasan dan operasi taktis
Suku cadang persenjataan guna menjaga kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista)
Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut, jika tidak ada hambatan, realisasi pengiriman senjata ini diperkirakan dapat dimulai dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
Meski telah mendapat persetujuan dari Gedung Putih dan pemerintahan Trump, penjualan senjata ini belum sepenuhnya final. Sesuai prosedur di Amerika Serikat, paket penjualan senjata bernilai besar masih harus mendapatkan persetujuan Kongres AS.
Namun, peluang persetujuan tersebut dinilai cukup besar. Selama ini, Kongres AS dikenal memiliki konsensus lintas partai dalam mendukung pertahanan Taiwan, terutama sebagai upaya menahan pengaruh dan tekanan dari China.
Baik Partai Demokrat maupun Republik kerap sepakat bahwa Taiwan memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Pengumuman penjualan senjata ini muncul tak lama setelah Presiden Taiwan Lai Ching-te menyampaikan komitmen untuk meningkatkan anggaran pertahanan negaranya. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan militer dan diplomatik dari China.
Dalam beberapa tahun terakhir, China secara rutin menggelar:
Latihan militer di sekitar Selat Taiwan
Penerbangan jet tempur mendekati wilayah udara Taiwan
Operasi angkatan laut di perairan sekitar pulau tersebut
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media