Nasional . 25/12/2025, 08:30 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menggelar pembahasan terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi para pengungsi akibat bencana di wilayah Sumatera.
Tiga provinsi yang menjadi fokus penyaluran bantuan tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam pembahasan di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta itu, disepakati bahwa setiap kepala keluarga pengungsi akan memperoleh BLT dengan nilai minimal Rp8 juta. Bantuan tersebut diberikan di luar bantuan kebutuhan pokok lainnya, seperti beras sebanyak 10 kilogram per bulan serta uang lauk pauk yang nilainya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp450.000 setiap bulan.
“Bagi saudara kita di Sumatra, setiap keluarga yang terdampak/mengungsi akan mendapat minimal Rp8 juta dengan rincian untuk isian rumah sebesar Rp3 juta dan pemulihan ekonomi Rp5 juta. Dana itu di luar dari beras 10 kilogram per bulan, uang lauk pauk Rp300.000 s.d. Rp450.000 per bulan, pembangunan hunian sementara dan tetap, serta uang tunggu hunian sebesar Rp600.000,” kata Seskab Teddy.
Selain bantuan bagi pengungsi, pemerintah juga menyiapkan santunan khusus bagi keluarga korban bencana. Seskab Teddy menyampaikan, ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi tersebut akan menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, warga yang mengalami luka berat akan memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta.
“Seluruh dana santunan tersebut akan langsung dibagikan oleh Kementerian Sosial berdasarkan data & persetujuan dari setiap bupati/walikota daerah setempat,” ujar Seskab Teddy.
Tak hanya membahas BLT untuk pengungsi bencana di Sumatera, pertemuan antara Seskab Teddy dan Gus Ipul juga menyinggung penyaluran bantuan sosial lainnya bagi masyarakat. Pemerintah memastikan adanya BLT reguler yang diberikan setiap bulan.
“BLT reguler setiap bulannya Rp200.000, BLT tambahan selama 3 bulan dengan total Rp900.000 per kepala keluarga,” kata Seskab Teddy.
Secara keseluruhan, program bantuan langsung tunai tersebut ditujukan kepada sekitar 35 juta kepala keluarga atau setara dengan 120 juta jiwa di seluruh Indonesia.
“Bantuan langsung tunai dipastikan harus diterima dengan tepat dan cepat,” ujar Seskab Teddy. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media