Nasional . 31/12/2025, 15:24 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dan langsung memicu kewaspadaan tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam satu pagi. Tinggi kolom letusan bahkan mencapai 900 meter di atas puncak, sebuah sinyal kuat yang tak bisa diabaikan oleh masyarakat di sekitarnya.
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, rangkaian erupsi ini terjadi pada Rabu pagi. Aktivitas vulkanik tersebut terekam jelas melalui peralatan pemantauan, meski sebagian letusan tidak teramati secara visual. Kondisi ini menegaskan bahwa Semeru masih sangat aktif dan berpotensi menimbulkan ancaman lanjutan.
Erupsi pertama Gunung Semeru tercatat pada pukul 00.04 WIB. Saat itu, visual letusan tidak terlihat secara langsung. Namun, seismograf mencatat aktivitas yang cukup signifikan. Amplitudo maksimum mencapai 22 mm dengan durasi gempa selama 150 detik. Data ini menunjukkan adanya pelepasan energi vulkanik yang tidak kecil, meskipun tertutup kondisi gelap dan cuaca.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa pencatatan instrumen menjadi kunci utama untuk mendeteksi aktivitas awal tersebut. Informasi ini sekaligus menjadi peringatan dini bagi otoritas kebencanaan.
Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 05.34 WIB. Kali ini, erupsi teramati dengan jelas. Kolom letusan membumbung setinggi 700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Seismograf kembali mencatat amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 130 detik. Arah sebaran abu ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi wilayah yang berada di jalur angin.
Tak berselang lama, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.29 WIB dan menjadi yang paling tinggi dalam rangkaian kejadian pagi itu. Kolom abu tercatat mencapai 900 meter di atas puncak Gunung Semeru.
Kolom abu kembali berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Kali ini, sebaran mengarah ke timur dan tenggara. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik. Pola erupsi beruntun ini mempertegas bahwa suplai magma dan tekanan gas di dalam gunung masih cukup aktif.
Mukdas Sofian menegaskan bahwa hingga saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi masyarakat.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Area ini menjadi jalur utama potensi awan panas guguran yang sangat berbahaya.
Selain itu, di luar radius tersebut, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya, awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari puncak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media