Megapolitan . 31/12/2025, 08:46 WIB

Lahan Jagung Polri di Tangerang Disebut Siap Panen, Kapolres Luruskan Soal Informasi Gagal Panen

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Informasi yang berkembang terkait pengelolaan lahan jagung program ketahanan pangan Polri di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mendapatkan klarifikasi resmi dari Polresta Tangerang dan mitra kerjasama PT MSD Corpora.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan, lahan jagung seluas dua hektare yang dikelola dalam program ketahanan pangan tersebut justru tengah memasuki fase panen.

“Informasi gagal panen itu tidak benar. Pada bulan Januari ini kami akan melakukan panen. Dari total lahan, sekitar 1,5 hektare siap dipanen,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima FIN, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, sebagian kecil lahan yang belum siap panen merupakan dinamika biasa dalam aktivitas pertanian. Penanaman jagung dilakukan secara bertahap dengan skema jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memastikan hasil panen berlangsung berkelanjutan, bukan serentak.

Peran Polri dalam program ini, sambung Indra Waspada, adalah menyediakan dan memastikan legalitas lahan, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak ketiga kompeten.

"Sedangkan untuk teknis pertanian mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen, dilakukan bersama PT MSD Corpora sebagai mitra profesional yang ditugaskan Mabes Polri," jelasnya.

Direktur Utama PT MSD Corpora Made Suardika Dwipayana juga memberikan penjelasan terkait kondisi lahan yang terlihat ditumbuhi rumput. Menurutnya, hal tersebut bukan tanda pembiaran, melainkan bagian dari strategi pengelolaan tanah yang terencana.

“Rumput tersebut sengaja dipertahankan untuk menjaga struktur tanah agar tidak mudah tergerus air hujan. Nantinya akan dimanfaatkan sebagai pupuk alami melalui proses dekomposer,” ujar Made.

Selain itu, rumput di sekitar tanaman juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak bagi peternak binaan di sekitar lokasi, sehingga memiliki nilai guna yang optimal.

Made menegaskan, seluruh proses mulai dari land clearing, penanaman bibit pada Oktober, hingga pemeliharaan rutin telah dilakukan secara terencana. Lokasi tersebut masih dalam tahap uji coba untuk menyesuaikan jenis benih, sistem pemupukan, dan karakteristik tanah.

“Jagung merupakan tanaman yang tidak mengenal musim. Dengan pola tanam bertahap, panen bisa dilakukan secara berkala. Target ke depan tetap mengacu pada standar nasional, yakni enam hingga tujuh ton per hektare,” tambahnya.

Kendati begitu, Polresta Tangerang mengapresiasi partisipasi serta kepedulian masyarakat yang mengawasi program ini. Setiap masukan, kritik, dan saran akan dijadikan bahan evaluasi bersama agar program ketahanan pangan berjalan lebih baik, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com