Internasional . 02/01/2026, 15:26 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pengakuan Israel atas kedaulatan Somaliland memicu polemik besar di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Presiden Somalia Hasan Sheikh Mohamud mengungkapkan bahwa langkah Tel Aviv tersebut diduga bukan sekadar pengakuan politik, melainkan bagian dari rencana untuk menjadikan Somaliland sebagai lokasi penampungan warga Palestina.
Pernyataan keras itu disampaikan Mohamud pada Selasa 30 Desember 2025, menyusul keputusan Israel yang menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui kedaulatan Somaliland pada pekan lalu.
Sebagai informasi, Somaliland merupakan wilayah di bagian utara Somalia yang telah mendeklarasikan kemerdekaan secara sepihak pada 1991, setelah runtuhnya pemerintahan pusat Somalia.
Meski telah memiliki pemerintahan sendiri, sistem keamanan relatif stabil, serta menggelar pemilu lokal, Somaliland hingga kini belum mendapat pengakuan resmi dari komunitas internasional.
Pemerintah Somalia secara konsisten menolak klaim kemerdekaan tersebut, dan menegaskan bahwa Somaliland tetap merupakan bagian sah dari wilayah Somalia.
Presiden Hasan Sheikh Mohamud menyebut pengakuan Israel sebagai langkah yang sangat mengejutkan dan janggal, mengingat selama lebih dari tiga dekade tidak ada satu pun negara yang mengakui kemerdekaan Somaliland.
“Somaliland telah mengklaim isu pemisahan diri sejak lama, selama tiga dekade terakhir, dan tak ada satu pun negara di dunia yang mengakuinya,” ujar Mohamud, dikutip dari Al Jazeera.
“Kami telah berupaya menyatukan kembali negara ini secara damai. Jadi setelah 34 tahun, sangat tak terduga dan aneh bahwa Israel tiba-tiba muncul dan berkata, ‘Kami mengakui Somaliland’,” lanjutnya.
Yang paling mengkhawatirkan, menurut Mohamud, adalah motif di balik pengakuan tersebut. Ia menuding Israel memiliki agenda tersembunyi, yakni memindahkan warga Palestina dari Gaza ke wilayah Afrika, khususnya Somaliland.
“Israel akan melakukan pemindahan paksa warga Palestina ke Somalia. Ini akan membuka kotak penuh iblis ke dunia,” tegasnya.
Mohamud menilai langkah Israel ini sebagai upaya memindahkan masalah Gaza ke benua Afrika, alih-alih menyelesaikan konflik Palestina-Israel secara damai.
“Israel tidak memiliki niat damai dengan datang ke Somalia,” ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media