Internasional . 04/01/2026, 13:24 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Amerika Serikat kembali mengguncang panggung internasional dengan tindakan hukum terbaru yang melibatkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Celia Flores.
Peristiwa penangkapan ini terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, waktu setempat, yang kemudian dilanjutkan dengan pemindahan Maduro ke wilayah Amerika Serikat.
Langkah agresif ini tidak pelak lagi menambah panjang daftar pemimpin negara yang pernah berhadapan langsung dengan sistem hukum Amerika Serikat melalui mekanisme penangkapan.
Lantas, siapakah saja para presiden dari berbagai penjuru dunia yang pernah mengalami nasib serupa?
Manuel Noriega, yang pernah menjabat sebagai Presiden sekaligus Pemimpin Militer Panama, menjadi salah satu figur yang ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat. Penangkapan ini terjadi pada tahun 1989 dalam sebuah operasi militer yang dikenal sebagai Operasi Just Cause.
Setelah ditangkap, Noriega diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi persidangan atas berbagai tuduhan serius, termasuk perdagangan narkoba dan pencucian uang.
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mendakwa Noriega pada tahun 1988 di Miami, menuduhnya memanfaatkan Panama sebagai jalur transit utama untuk penyelundupan kokain dari Amerika Selatan menuju Amerika Serikat.
Lebih lanjut, ia dituduh telah memfasilitasi penampungan dana hasil kejahatan para gembong narkoba melalui sistem perbankan di Panama.
Atas berbagai dakwaan tersebut, Noriega akhirnya divonis hukuman penjara selama 40 tahun oleh pengadilan Amerika Serikat.
Mantan jenderal ini menghembuskan napas terakhirnya pada 29 Mei 2017 di Rumah Sakit Santo Tomas, Panama, saat sedang menjalani masa hukumannya.
Saddam Hussein, mantan Presiden Irak, juga pernah ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat. Penangkapan ini terjadi pada bulan Desember 2003, pasca invasi militer yang dilakukan AS ke Irak.
Selama sembilan bulan, Saddam Hussein berhasil bersembunyi di sebuah lubang tak jauh dari kampung halamannya, Tikrit, sebelum akhirnya ditemukan.
Invasi Irak sendiri dilandasi oleh klaim Amerika Serikat mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal (WMD) oleh Irak, meskipun senjata-senjata tersebut tidak pernah ditemukan.
Saddam Hussein kemudian diadili oleh pengadilan Irak, dijatuhi hukuman mati, dan dieksekusi pada 30 Desember 2006 atas berbagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Di Iran, Perdana Menteri Mohammad Mossadegh mengalami nasib yang berbeda namun tak kalah dramatis. Ia digulingkan pada tahun 1953 melalui sebuah kudeta yang diduga kuat didukung oleh CIA Amerika Serikat dan badan intelijen Inggris, MI6.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media