Internasional . 07/01/2026, 15:15 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, menimbulkan kegemparan dengan pernyataannya yang mengejek efektivitas sistem pertahanan udara Rusia yang dipasang di Venezuela setelah operasi militer AS yang berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores awal bulan ini.
Hegseth menyampaikan komentar tersebut saat menghadiri acara Arsenal of Freedom Tour di Virginia, Senin 5 Januari 2026.
Dalam pidatonya, ia membanggakan keberhasilan pasukan AS menembus jantung ibu kota Caracas tanpa perlawanan berarti dari sistem pertahanan udara yang selama ini didukung oleh Rusia.
“Tampaknya sistem pertahanan udara Rusia yang sama itu tidak berfungsi dengan baik, bukan?” ujar Hegseth, menyinggung sistem militer hasil kerjasama antara Rusia dan Venezuela yang selama ini dianggap mampu melindungi kedaulatan udara Caracas.
Pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi militer yang mengejutkan banyak pihak.
Pasukan khusus AS dilaporkan memasuki pusat kota Caracas dalam upaya untuk menangkap Maduro, yang telah lama menjadi target pencarian AS atas tuduhan keterlibatan dalam sindikat narkoba internasional dan kejahatan lainnya.
Hampir 200 tentara Amerika dilibatkan dalam operasi tersebut, termasuk pasukan elite yang menerobos ke pusat ibu kota tanpa satu pun korban di pihak militer AS.
Menurut pernyataan Pentagon, operasi itu juga melibatkan dukungan udara yang luas serta penggunaan helikopter serbu.
Setelah berhasil menangkap Maduro dan istrinya, mereka kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum atas tuduhan narkoba dan senjata di pengadilan federal.
Dalam sidang mereka pada Senin, kedua pasangan tersebut menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan yang diajukan.
Komentar Hegseth tak sekadar ejekan terhadap sistem pertahanan Rusia di Venezuela, tetapi juga menjadi pesan politik yang lebih luas.
Selain menilai kemampuan militer Rusia dipertanyakan, dia juga mempertegas komitmen AS dalam menindak apa yang disebutnya sebagai “teror narkotika lintas batas negara”.
Pernyataan Hegseth ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat antara AS, Rusia, dan beberapa negara lain yang menentang tindakan militer AS di Venezuela.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media