Kesehatan . 15/01/2026, 17:40 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar gemuruh datang dari ranah kesehatan Banten! Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes, dengan penuh semangat menyatakan kesiapan penuh RSUD Banten dalam mendukung gerakan masif untuk memberantas Tuberkulosis (TBC) hingga tuntas.
Langkah krusial ini hadir segera setelah pengukuhan pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Provinsi Banten masa bakti 2024–2029, yang resmi dilakukan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Peran sentral kini tertuju pada Ibu Tinawati Andra Soni, yang resmi mengemban amanah sebagai Ketua Badan Kehormatan PPTI Banten. Kehadiran tokoh publik terkemuka di pucuk pimpinan gerakan pemberantasan TBC ini bukan sekadar seremonial semata. Banyak yang meyakini, ini akan menjadi 'game changer' yang mampu mengubah paradigma masyarakat menuju gaya hidup lebih sehat dan meningkatkan kesadaran akan bahaya mengintai dari TBC.
Sang Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, tak bisa menyembunyikan optimisme besarnya terhadap kolaborasi yang terjalin. Ia percaya, kepemimpinan sosok Ibu Gubernur akan memberikan dorongan psikologis sekaligus daya ungkit yang luar biasa, memperkuat program kesehatan TBC di lapangan.
"Kami sungguh menyambut gembira Ibu Gub berkenan menjadi ketua pemberantasan TB. Beliau selalu menjadi figur inspiratif bagi bangsa, dan tentu ini akan memicu semangat untuk berperilaku hidup sehat serta memperkuat program TB kita agar semakin kokoh dan sukses," ungkap dr. Danang penuh keyakinan di tengah keramaian acara pengukuhan di Pendopo Gubernur Banten.
Beliau menambahkan, "RSUD Banten senantiasa siap mendukung penuh upaya pemberantasan TB yang dipimpin oleh Bapak Gubernur dan Ibu Gubernur, dengan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Banten."
Gubernur Banten, Bapak Andra Soni, dalam pidato pengarahannya tidak henti-hentinya menekankan bahwa pertempuran melawan TBC tidak bisa dilakukan secara sporadis atau sendiri-sendiri. Ia menyerukan adanya sinergi lintas sektor yang lebih agresif dan terkoordinasi untuk mengejar target eliminasi TBC di tingkat nasional pada tahun 2030.
Penyakit menular yang satu ini masih menjadi momok serius bagi masyarakat luas, sebab TBC tidak pandang bulu, menyerang siapa saja tanpa memandang status sosial.
Menariknya, Banten baru saja mengukir prestasi yang cukup unik. Provinsi ini sukses meraih penghargaan sebagai provinsi dengan rekor penemuan kasus TBC terbanyak se-Indonesia. Meskipun angka ini sekilas terdengar mengkhawatirkan, namun di balik itu, ini justru menunjukkan betapa pemerintah daerah telah bekerja keras membongkar 'fenomena gunung es' dalam penanganan TBC.
Dengan kata lain, semakin banyak kasus tersembunyi yang berhasil diidentifikasi, semakin besar peluang para pasien untuk segera mendapatkan penanganan medis yang tepat hingga dinyatakan sembuh total.
“Ini berarti kita sudah berupaya maksimal. Sekarang saatnya kita mengoptimalkan lagi temuan kasus dan memastikan tindak lanjut pengobatannya berjalan lancar,” jelas Bapak Andra Soni, menyampaikan optimismenya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media