Megapolitan . 16/01/2026, 15:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno meresmikan kembali penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion PAM Jaya dalam agenda Go Live Ceremony yang berlangsung di Corporate Learning Center (CLC), Buaran, Jakarta Timur, Kamis, 15 Januari 2026.
Peluncuran ulang sistem ini menjadi penanda penting dalam upaya PAM Jaya mempercepat transformasi digital sekaligus menyatukan berbagai sistem layanan air minum di Ibu Kota agar lebih terintegrasi.
Dalam sambutannya, Rano Karno yang akrab disapa Bang Doel menyebut ERP Fusion sebagai wujud komitmen dan semangat inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan publik. Ia menilai momen ini strategis untuk mendorong sistem layanan air minum yang semakin modern dan terkoordinasi.
"Sistem ini dirancang untuk menangkap dan mengintegrasikan seluruh sistem yang ada. Ini menjadi fondasi penting bagi PAM JAYA yang terus berkembang dan menargetkan 100 persen layanan air minum perpipaan pada 2029," kata Rano dalam keterangannya pada Jumat, 16 Januari 2026.
Menurut Rano, kehadiran ERP Fusion memungkinkan data yang sebelumnya tersebar di berbagai unit kini terhimpun dalam satu platform terpadu. Ia berharap sistem ini tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mampu mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan internal PAM Jaya.
"ERP Fusion harus menjadi penggerak peningkatan kinerja tim dan penguatan kualitas pelayanan kepada warga Jakarta," ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, menegaskan dukungan penuh terhadap transformasi digital badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan publik yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan bahwa ERP Fusion merupakan pembaruan sistem yang menggunakan platform Oracle Fusion. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, serta profesionalisme perusahaan dalam memberikan layanan.
Ia menegaskan ERP Fusion bukan sekadar peningkatan perangkat, melainkan sistem berbasis cloud yang mengintegrasikan seluruh proses kerja internal. Dengan demikian, setiap alur operasional dapat berjalan secara otomatis dari awal hingga akhir.
"Dengan ERP, semua proses saling terkoneksi. Mulai dari accounting sampai vendor tukar faktur, begitu masuk sistem, prosesnya langsung berjalan otomatis dan bisa dicek lintas divisi," ujar Arief.
Menurutnya, penerapan ERP juga meminimalkan risiko kesalahan administrasi yang kerap terjadi dalam sistem manual. Jika sebelumnya dokumen berpotensi terpisah atau hilang, kini seluruh proses harus melalui pemindaian dan terekam dalam sistem secara menyeluruh.
"Sekarang datanya sudah rapi, murni, dan terintegrasi. Proses migrasi datanya sangat besar, tapi ini bagian penting agar ke depan sistem PAM JAYA lebih akuntabel dan prudent," pungkasnya.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media