Megapolitan . 19/01/2026, 19:35 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Keluarga dari Captain Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 milik Maskapai Indonesia Air Transport (IAT), menyampaikan harapan akan adanya mukjizat Tuhan agar sang pilot dapat kembali dengan selamat dari insiden jatuhnya pesawat yang terjadi beberapa hari lalu.
Pesawat ATR 42-500 dengan rute penerbangan Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/01/2026). Setelah dua hari pencarian, pesawat berhasil ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Senin (19/01/2026).
Adik ipar Capt. Andy, Agus Mahadianto, mengungkapkan bahwa meskipun melihat kondisi puing pesawat yang sangat hancur, ia masih mempercayai kemungkinan terjadinya mukjizat. "Meski melihat kondisi pesawat, puingnya sudah begitu hancur. Tapi saya rasa mujizat Allah bisa melebihi itu," ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa Capt. Andy merupakan sosok yang sangat perhatian terhadap keluarga, cukup tegas namun juga memiliki sisi humoris. Selain itu, sang kapten juga dikenal setia terhadap perusahaan meskipun mendapat banyak tawaran dari maskapai lain. "Kami semua terutama putra-putra beliau sangat bangga dengan ini semua," jelasnya.
Menurut Agus, kabar kehilangan kontak pesawat pertama kali diterimanya dari pihak IAT pada pukul 13.17 WIB hari Sabtu. Pesawat seharusnya mendarat pada pukul 12.17 WIB, namun hingga pukul 13.17 belum ada informasi mengenai kedatangan pesawat.
"Harusnya 12.17 sudah landing, tapi sampai 13.17 belum landing. Dan dari pihak IAT menyampaikan bahwa pesawat yang dipiloti beliau terjadi hilang kontak," tuturnya.
Agus menambahkan bahwa Capt. Andy selalu menjaga komunikasi dengan keluarga sebelum dan sesudah penerbangan. Komunikasi terakhir terjadi pada pagi hari Sabtu pukul 08.00 WIB sebelum take off melalui video call.
"Beliau menyapa istri serta anak-anak dan juga meminta doa agar happy landing lah. Singkat tapi itu selalu dilakukan beliau terhadap keluarga," katanya.
Pada kesempatan itu, sang kapten juga meminta doa agar penerbangan berjalan dengan selamat. Namun sayangnya, pesawat yang dikemudikannya mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan Maros.
Keluarga berharap proses penanganan insiden pesawat ATR 42-500 milik IAT dapat segera selesai dan semua korban dapat segera diketemukan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media