Kesehatan . 20/01/2026, 17:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat tren penularan virus H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu menunjukkan penurunan sejak memasuki awal tahun 2026.
Meski sebelumnya varian subclade K sempat terdeteksi tersebar di 13 provinsi, perkembangan terbaru memperlihatkan angka penularan yang terus melandai. Kondisi ini menjadi indikasi positif setelah kasus mencapai puncaknya pada penghujung tahun 2025.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap situasi tersebut. Ia menjelaskan, virus H3N2 bukan merupakan varian baru, melainkan bagian dari pola influenza musiman yang memang berulang setiap tahun.
"H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Berdasarkan hasil pemantauan kami, tren kasus di Indonesia telah menurun, sehingga masyarakat tidak perlu panik," ucap dr. Prima saat dikonfirmasi, Selasa 20 Januari 2026.
Berdasarkan catatan Kemenkes, subclade K mulai terdeteksi di Indonesia sejak pekan ke-36 tahun 2025. Hingga 10 Januari 2026, terdapat 74 kasus positif dari 204 spesimen yang telah diperiksa di laboratorium rujukan.
Adapun wilayah dengan jumlah temuan tertinggi berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Meski demikian, dr. Prima menekankan bahwa sejak memasuki minggu ke-52 tahun 2025, tidak ditemukan lagi tambahan kasus baru varian subclade K dalam pemantauan surveilans nasional.
"Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44. Tidak ada penambahan penemuan kasus A(H3N2) subclade K mulai minggu ke-52," ujarnya.
Hasyim Ashari/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media