Politik . 21/01/2026, 16:36 WIB

Gerindra Tegaskan Thomas Djiwandono Tak Lagi Masuk Struktur Partai

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa Thomas Djiwandono sudah tidak tercatat dalam susunan kepengurusan partai. Hal tersebut disampaikan Dasco merujuk pada struktur kepengurusan terbaru hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Gerindra.

"Pak Tommy Djiwandono itu sudah tidak dalam struktur kepengurusan yang baru sejak kami Munas kemarin, jadi sebagai pengurus partai itu sudah tidak," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026.

Dasco menjelaskan, Thomas secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan pengurus partai pada akhir tahun lalu, tepatnya 31 Desember 2025.

"Kemudian per 31 Desember 2025 kemarin yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai," ungkapnya.

Ia menambahkan, sejak tanggal tersebut status Thomas sebagai pengurus partai telah berakhir.

"Jadi efektif 31 Desember sudah mengajukan pengunduran diri dari pengurus partai, sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025," sambungnya.

Diketahui, nama Thomas Djiwandono termasuk dalam daftar calon yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri. Selain Thomas, terdapat dua nama lain yang juga diajukan, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, turut membenarkan bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI. Menurutnya, proses pengusulan tersebut berawal dari adanya surat pengunduran diri salah satu Deputi Gubernur BI, sehingga diperlukan pengisian jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu bermula dari adanya surat pengunduran diri salah satu deputi gubernur. Kemudian sesuai ketentuan harus dilanjutkan dengan proses pengisian jabatan yang ditinggalkan,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Januari 2026.

Prasetyo menyebutkan terdapat tiga nama yang diajukan dalam proses tersebut, meskipun tidak seluruhnya diingat secara rinci. Namun, ia memastikan salah satu nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono.

"Tiga nama (diusulkan jadi Deputi Gubernur BI). Nanti aku cek ya, gak hafal semua satu. Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono," ungkapnya.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com