Internasional . 23/01/2026, 08:30 WIB

SKENARIO BUSUK ZIONIS TERBONGKAR! Iran Sebut AS dan Isreal Perintahkan Perusuh Serang Aparat Saat Aksi Demo, Total 3000 Orang Tewas

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait gelombang aksi demontrasi hingga berujung kerusuhan hebat yang melanda negaranya sejak akhir tahun lalu hingga awal Januari 2026.

Ia mengungkapkan fakta pahit bahwa ada oknum-oknum dari unsur asing yang “membajak” aksi unjuk rasa di Iran sehingga berubah menjadi kerusuhan besar pada awal Januari sebelum mereda.

Boroujerdi mengatakan bahwa pada awalnya gerakan massa berlangsung secara organik dan kondusif. Ia menjelaskan bahwa unjuk rasa awalnya berlangsung damai pada 28 - 31 Desember 2025 atas faktor pemicu yang wajar, antara lain kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran.

Menurutnya, di saat itu, pemerintah Iran mendengarkan aspirasi masyarakat yang berdemo secara damai dan sebenarnya telah siap mengambil tindak lanjut demi mengakomodasi tuntutan mereka.

Namun, situasi mendadak berubah drastis ketika memasuki pergantian tahun. Ketegangan meningkat seiring munculnya penyusup yang memiliki agenda gelap.

“Namun, pada fase kedua unjuk rasa di awal Januari, kami melihat ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membajak aksi unjuk rasa damai masyarakat,” kata Dubes Iran dalam sebuah taklimat media di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Kata dia, pemerintah Iran melihat ada sejumlah oknum pemrotes yang melaksanakan perintah dari luar negeri untuk menciptakan kekacauan serta menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Tragedi kemanusiaan ini pun meledak dalam kurun waktu sepekan, tepatnya di periode 1 - 7 Januari 2026, di mana unjuk rasa berubah jadi kerusuhan.

Teheran mengklaim memiliki bukti kuat mengenai keterlibatan pihak luar dalam menyulut api kekerasan di lapangan.

“Kami telah melakukan penyadapan terhadap komunikasi dari luar negeri ... yang membuktikan adanya instruksi kepada oknum tertentu di tengah masyarakat untuk turun ke jalan dan menyerang aparat keamanan,” ucap Boroujerdi.

Dubes Iran menyebut “pembajakan” aksi tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel. Tuduhan serius ini didasari pada sikap politik terang-terangan dari Washington.

Buktinya, sejumlah pejabat AS secara terbuka mendukung gerakan “pergantian rezim” di Iran.

Ia juga menyoroti pernyataan seorang pejabat AS lain yang bahkan secara terbuka “menyampaikan dukungan” kepada agen-agen intelijen Israel yang berkelindan di tengah masyarakat Iran.

Modus operandi di balik kekacauan ini diduga kuat bertujuan untuk memicu intervensi internasional. Boroujerdi berkata bahwa AS dan Israel hendak mengeksploitasi besarnya jumlah korban jiwa dalam kerusuhan demi mendapatkan alasan untuk menyerang Iran atas nama perlindungan HAM.

Strategi tersebut dinilai sebagai upaya menciptakan legitimasi untuk melakukan agresi militer atau tekanan diplomatik yang lebih berat.

Upaya penggulingan kekuasaan lewat jalur kekerasan tersebut akhirnya menemui jalan buntu. Langkah-langkah tegas diambil oleh pemerintah pusat untuk memulihkan ketertiban nasional.

Upaya-upaya tersebut berhasil digagalkan atas kerja keras otoritas keamanan Iran serta kesadaran masyarakatnya yang menolak intervensi asing.

Usai langkah pemblokiran internet ditempuh pada 10 Januari, gejolak protes pun berangsur mereda dan provokator kerusuhan diamankan.

Meskipun situasi telah terkendali, harga yang harus dibayar sangatlah mahal dengan ribuan nyawa melayang. Dubes turut mengungkapkan bahwa menurut catatan resmi pemerintah Iran, jumlah korban tewas dalam kerusuhan yang terjadi di puluhan kota tersebut mencapai 3.117 orang, dengan 2.427 di antaranya adalah warga sipil dan aparat keamanan.

Angka fantastis ini menjadi bukti betapa mengerikannya dampak dari eskalasi konflik yang diduga kuat disetir oleh kepentingan kekuatan asing. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com