Internasional . 25/01/2026, 12:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia memilih tetap bersikap netral di tengah menguatnya isu rencana akuisisi Greenland. Ia menekankan, dalam lanskap geopolitik global yang terus bergerak cepat, kepentingan nasional harus tetap menjadi pijakan utama kebijakan luar negeri Indonesia.
“Kita ada dalam posisi non-align (tidak bersekutu). Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya. Namun, kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga,” ujar Sugiono, Minggu, 25 Januari 2026.
Lebih lanjut, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia senantiasa mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas internasional. Ia mengutip pandangan Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa kesejahteraan global tidak mungkin terwujud tanpa kondisi dunia yang aman dan damai.
“Seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden bahwa tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang di mana dunia ini makmur. Saya kira itu yang menjadi posisi kita,” ucap dia.
Isu ini mencuat seiring sikap mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang terus menyuarakan keinginannya untuk menguasai Greenland, wilayah otonomi Denmark yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Trump beralasan, langkah tersebut diperlukan untuk merespons potensi ancaman keamanan dari Rusia dan China di kawasan Lingkar Arktik.
Pada Rabu, 21 Januari 2026, Trump bahkan mengumumkan adanya sebuah “kerangka kerja” terkait kesepakatan masa depan mengenai Greenland. Dalam kesempatan yang sama, ia juga membatalkan rencana penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang gagasannya tersebut.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media