Internasional . 27/01/2026, 19:09 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah menembakkan dua proyektil, yang diduga kuat adalah rudal balistik, lapor Kyodo News, Selasa, 27 Januari 2026. Rudal-rudal tersebut terbang sejauh sekitar 350 kilometer (sekitar 217 mil),
Ini adalah kali kedua Pyongyang menembakkan proyektil sejak 4 Januari, ketika Korut menembakkan rudal balistik ke arah yang sama.
Uji coba rudal pada awal Januari itu dilakukan Korut saat Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bersiap untuk melakukan perjalanan ke Beijing untuk pembicaraan puncak dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Uji coba rudal terbaru Korut ini memancing reaksi negara tetangga mereka. Setelah peluncuran tersebut, pemerintah Jepang segera membentuk tim tanggap darurat di Kantor Perdana Menteri untuk mengumpulkan informasi mengenai situasi tersebut.
Penjaga Pantai Jepang mengatakan, proyektil tersebut telah jatuh ke Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang oleh Tokyo.
Setelah peluncuran rudal, kantor Takaichi mendesak pihak berwenang untuk melakukan upaya maksimal untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, segera memberi tahu publik, memastikan keselamatan pesawat dan kapal, dan mengambil semua tindakan pencegahan yang mungkin, termasuk kesiapan untuk keadaan darurat, tambahnya.
Militer Korea Selatan juga mengklaim telah mendeteksi peluncuran beberapa rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada hari Selasa, lapor Yonhap News.
Militer Korsel menambahkan, bahwa otoritas Korsel dan AS sedang menganalisis detail peluncuran tersebut.
Secara terpisah, Tiongkok mengatakan pada hari Senin bahwa mereka sedang memindahkan platform baja yang dibangun di perairan Laut Kuning yang tumpang tindih dengan Korea Selatan.
“Kami telah mengetahui bahwa sebuah perusahaan Tiongkok sedang memindahkan platform tersebut, yang merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan operasinya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.
“Tiongkok dan Korea Selatan adalah tetangga di seberang laut dan kedua belah pihak berkomunikasi erat mengenai masalah maritim untuk mengelola perbedaan dengan tepat dan mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan,” tambahnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media