Nasional . 28/01/2026, 20:57 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Memasuki tahun kedua pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dugaan keracunan akibat mengonsumsi menu MBG masih juga terjadi. Tiga daerah melaporkan dugaan keracunan massal yang dialami para murid usai menyantap menu MBG.
Salah satu daerah yang melaporkan munculnya keracunan massal yang diduga berasal dari menu MBG adalah Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Menurut Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, sebagian besar siswa berasal dari sejumlah Sekolah Dasar di Cikalongkulon. Mereka mengeluh pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG dan sebagian besar mengeluhkan hal yang sama setelah pulang ke rumah.
"Dugaan sementara ratusan siswa mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG terdiri dari nasi, ayam, sayur sawi, dan buah semangka yang disediakan unit SPPG Sukagalih," kata Iyus, Selasa, 27 Januari 2026, dikutip Antara.
"Ratusan ratusan pelajar tersebut mulai mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah dan diare pada siang dan petang setelah sampai di rumah sehingga pihak keluarga membawa mereka ke puskesmas," lanjutnya.
Ia menjelaskan, jumlah korban bertambah dari semula 107 orang meningkat menjadi 180 orang. Untuk itu, penanganan dilakukan di sejumlah ruangan di Puskesmas Cijagang.
Menurut Iyus, dari 180 siswa yang diduga keracunan itu, empat orang di antaranya dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur karena mengalami dampak cukup parah sehingga membutuhkan penanganan medis yang serius.
"Ratusan siswa yang mengalami keracunan berasal dari enam sekolah yang menyantap MBG dari SPPG yang sama sebelum mengeluh pusing, mual, muntah, dan diare," katanya.
Selain di Puskesmas Cijagang, katanya, puluhan siswa juga mendapat pelayanan di Puskesmas Cikalongkulon karena terbatasnya ruangan untuk penanganan dengan harapan dapat segera pulih.
Terkait dengan penyebab pasti keracunan yang menimpa ratusan siswa tersebut, pihaknya bersama petugas Dinkes Cianjur dan Polsek Cikalongkulon masih melakukan penyelidikan dengan sudah membawa sampel sisa makanan dan muntahan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media