Internasional . 28/01/2026, 17:10 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, pihaknya saat ini fokus pada perlucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza. Langkah ini diambil setelah kembalinya sandera terakhir dari wilayah Palestina.
Ia menyatakan, tidak akan ada pekerjaan rekonstruksi yang dilakukan di Gaza sampai kedua misi tersebut selesai.
Netanyahu juga berjanji untuk memblokir pembentukan negara Palestina di Gaza. Ia memastikan Israel akan mempertahankan kendali keamanan atas Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, meskipun pengakuan internasional terhadap negara Palestina semakin meluas.
Rencana gencatan senjata Gaza yang disponsori AS, yang berlaku sejak 10 Oktober, menetapkan pengembalian semua sandera yang ditahan di wilayah tersebut pada fase pertama, dan pelucutan senjata Hamas pada fase kedua.
"Sekarang kami fokus pada penyelesaian dua tugas yang tersisa: melucuti senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza dari senjata dan terowongan," kata Netanyahu, Selasa, 27 Januari 2026, dikutip CNA.
"Ini akan dilakukan dengan cara mudah atau dengan cara sulit. Tetapi bagaimanapun juga, itu akan terjadi," tegasnya.
"Saya bahkan sekarang mendengar klaim bahwa rekonstruksi Gaza akan diizinkan sebelum demiliterisasi - ini tidak akan terjadi," lanjut Netanyahu.
Para militant Palestina dilaporkan menyandera 251 orang selama serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu perang Gaza.
Di awal pekan ini, pasukan Israel telah membawa pulang jenazah sandera terakhir, Ran Gvili.
Meskipun Hamas mengatakan bahwa kembalinya jenazah Gvili menunjukkan komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata, mereka sejauh ini belum menyerahkan senjata mereka.
Hamas juga telah berulang kali mengatakan bahwa perlucutan senjata adalah garis merah, tetapi mereka juga mengisyaratkan bahwa mereka akan terbuka untuk menyerahkan senjata mereka kepada otoritas pemerintahan Palestina.
Perang di Gaza, yang telah Meninggalkan sebagian besar wilayah dalam reruntuhan, hal itu mempercepat seruan internasional untuk pembentukan negara Palestina.
Tahun lalu, beberapa negara Barat mengambil langkah untuk secara resmi mengakui negara Palestina.
Namun Netanyahu bersikeras bahwa Israel akan terus "melakukan kontrol keamanan dari Sungai Yordan hingga laut, dan itu berlaku juga untuk Jalur Gaza".
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media