Internasional . 30/01/2026, 08:20 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Kewaspadaan terhadap ancaman virus Nipah kini meluas di kawasan Asia. Pakistan menjadi negara terbaru yang memperketat pengawasan kesehatan di seluruh pintu masuk internasional setelah India mengonfirmasi dua kasus infeksi virus mematikan tersebut pada akhir Desember lalu.
Otoritas kesehatan Pakistan menginstruksikan pemeriksaan ketat terhadap setiap pelaku perjalanan guna mendeteksi gejala infeksi sejak dini. Langkah serupa juga telah berlaku di Vietnam, yang kini memperketat pengawasan di bandara dan perbatasan darat demi mengantisipasi penyebaran patogen tersebut.
"Sangat krusial untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan di perbatasan Pakistan," tulis Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan dalam pernyataan resminya, Jumat 30 Januari 2026.
Seluruh pelancong yang memasuki Pakistan kini wajib menjalani pemindaian suhu tubuh serta penilaian klinis di bandara, pelabuhan, hingga pos perbatasan darat. Selain itu, petugas mewajibkan setiap penumpang melaporkan riwayat perjalanan dan transit selama 21 hari terakhir guna memetakan risiko kontak dengan wilayah terdampak.
Vietnam Pasang Pemindai Suhu di Bandara
Di Asia Tenggara, pemerintah Vietnam bergerak cepat dengan menginstruksikan pemeriksaan intensif di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi. Fokus pengawasan tertuju pada penumpang yang datang dari India, khususnya wilayah Benggala Barat, lokasi dua petugas kesehatan terinfeksi Nipah.
"Langkah ini kami ambil agar bisa melakukan isolasi tepat waktu serta investigasi epidemiologis jika ditemukan kasus suspek," tegas Departemen Kesehatan Hanoi. Sebelumnya, otoritas Kota Ho Chi Minh juga telah menerapkan kebijakan serupa untuk memastikan seluruh perbatasan internasional tetap dalam kendali kesehatan yang ketat.
Meskipun India mengklaim telah melacak 196 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien dan semuanya dinyatakan negatif, negara-negara tetangga tidak ingin kecolongan.
Mengenal Bahaya Virus Nipah
Virus Nipah merupakan infeksi zoonosis langka yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alaminya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan Nipah sebagai patogen prioritas global karena memiliki tingkat kematian (fatality rate) yang sangat tinggi, yakni mencapai 40 hingga 75 persen.
Hingga saat ini, dunia medis belum menemukan vaksin resmi untuk menangani virus ini. Gejala awal infeksi biasanya berupa demam yang bisa berkembang menjadi peradangan otak (ensefalitis) akut yang sangat berbahaya.
Data dari Koalisi untuk Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI) mencatat setidaknya terdapat 750 kasus terkonfirmasi secara global dengan total 415 kematian hingga akhir 2025. Dengan karakteristiknya yang mematikan dan belum adanya penawar, pengetatan pintu masuk bandara menjadi opsi paling rasional bagi negara-negara Asia untuk memutus rantai potensi pandemi baru.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media