Viral . 30/01/2026, 12:45 WIB

Hotman Paris Desak Presiden Prabowo Undang Penjual Es Gabus ke Istana: LAWAN OKNUM APARAT PENINDAS RAKYAT!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Skandal penganiayaan Suderajat (49), penjual es gabus di Kemayoran yang dituduh menjual es berbahan spons, kini mencapai level tertinggi! Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea tidak tinggal diam melihat "drama" pelukan perdamaian antara korban dan oknum aparat. Secara mengejutkan, Hotman Paris melayangkan permintaan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengundang Suderajat ke Istana Negara sebagai simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan.

Kabar ini langsung membakar jagat media sosial. Hotman menilai bahwa perlakuan kasar terhadap pedagang kecil tidak boleh selesai hanya dengan jabat tangan atau bantuan ekonomi sementara. Ia ingin momentum ini menjadi bukti nyata bahwa negara benar-benar berdiri di belakang rakyat miskin yang sering kali menjadi sasaran intimidasi oknum tidak bertanggung jawab.

Hotman Paris ke Presiden Prabowo: Mari Mencicipi Es Gabus di Istana!

Dalam pernyataan terbarunya, pengacara nyentrik ini meminta Presiden Prabowo untuk melakukan tindakan simbolis yang berani. Ia menyarankan agar Presiden mengajak Suderajat masuk ke istana lengkap dengan dagangannya. Langkah ini dianggap sebagai solusi ampuh untuk mengirim pesan tegas kepada seluruh jajaran aparat keamanan.

“Satu lagi, karena ini adalah merupakan contoh perlakuan terhadap rakyat miskin. Saya mengharapkan, saya memohon terhadap Bapak Presiden, agar contoh ini dibikin momentum bahwa Presiden juga berdiri sama rakyat kecil, agar kalau bisa agar Pak Presiden Prabowo mengundang penjual es ini ke istana. Dan mari kita sama-sama mencicipi es buatannya,” ujar Hotman Paris melalui Instagram (IG) pribadinya @hotmanparisofficial, dikutip Jumat, 30 Januari 2026. 

Hotman menambahkan bahwa kehadiran penjual es di istana akan menjadi simbol bahwa Presiden tidak menoleransi kelakuan oknum aparat yang menyimpang. "Pak Presiden Prabowo undang penjual es ini ke istana, suruh dia bawa es jualannya, ya enggak apa-apa, Pak Presiden juga ikut mencicipi di istana, enggak nolak kok," lanjutnya.

Kritik Pedas Soal 'Pelukan Viral': Rakyat Miskin Tak Punya Pilihan!

Hotman Paris juga menyoroti fenomena Restorative Justice yang sering kali tidak adil bagi korban dari kalangan ekonomi rendah. Ia melihat 'pelukan mesra' antara pelaku dan korban hanyalah bentuk keterpaksaan karena faktor ekonomi yang menghimpit Suderajat.

“Dia niaya, terus sesudah viral, didekatin, dikasih bantuan ekonomi, dan disuruh cabut. Tapi itu akan berulang lagi nanti dalam kasus-kasus lain. Dan kita bisa memaklumi dia akhirnya mencabut aduan karena faktor ekonomi. Tapi itu mah bukan pelukan yang benar, ya, Pecat!” tegas Hotman dengan gaya bicaranya yang FOMO.

Baginya, hukuman disiplin dari institusi adalah harga mati. Meskipun perdamaian terjadi, integritas institusi kepolisian maupun TNI harus terjaga dengan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat agar kasus serupa tidak terus berulang di masa depan.

Terbukti 100% Asli: Hasil Lab Bersihkan Nama Suderajat

Fakta menyakitkan terungkap setelah hasil uji laboratorium forensik keluar. Tuduhan aparat bahwa es gabus tersebut berbahan spons terbukti salah total. Es milik Suderajat murni berbahan makanan dan aman dikonsumsi. Ironisnya, kekerasan fisik sudah terlanjur terjadi hanya karena kecurigaan tanpa bukti yang kuat.

Saat ini, Dandim 0501/Jakarta Pusat kabarnya telah menjatuhkan hukuman disiplin kepada Serda Heri. Namun, bagi publik dan Hotman Paris, transparansi proses hukum tetap menjadi fokus utama. Jangan sampai rakyat kecil terus menjadi korban "salah paham" aparat yang main hakim sendiri.

Akankah Presiden Prabowo menanggapi permintaan mantan kliennya ini dan menghadirkan Suderajat di Istana? (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com