Internasional . 30/01/2026, 17:22 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden AS Donald Trump berharap bisa menghindari aksi militer terhadap Iran. Ia mengaku sedang membuka jalur komunikasi dengan Iran.
Trump membuka kemungkinan untuk menghindari operasi militer, setelah sebelumnya memperingatkan bahwa waktu "hampir habis" bagi Teheran karena AS mengirimkan armada Angkatan Laut ke wilayah tersebut.
Ketika ditanya apakah akan melakukan pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan kepada wartawan: "Saya telah melakukannya dan saya berencana untuk melakukannya."
"Kami memiliki kelompok (kapal) yang menuju ke tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kami tidak perlu menggunakannya," tambah Trump.
Sementara itu, seorang juru bicara militer Iran memperingatkan, bahwa respons Teheran terhadap tindakan AS tidak akan terbatas. Respons itu akan secara tegas dan "dilakukan secara instan".
Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan kepada televisi pemerintah, bahwa kapal induk AS memiliki "kerentanan serius" dan bahwa banyak pangkalan Amerika di wilayah Teluk berada "dalam jangkauan rudal jarak menengah kami".
"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan Trump - melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, mencuit bahwa operasi telah selesai," katanya.
Seorang pejabat di Teluk, tempat negara-negara tersebut menjadi tuan rumah situs militer AS, mengatakan kepada AFP bahwa kekhawatiran akan serangan AS terhadap Iran "sangat jelas".
"Itu akan membawa kekacauan di kawasan itu. Akan merugikan perekonomian, tidak hanya di kawasan itu tetapi juga di AS dan menyebabkan harga minyak dan gas meroket," tambah pejabat itu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media