Nasional . 31/01/2026, 08:30 WIB

PBNU Nilai Indonesia Ikut Board of Peace Sudah Tepat, Gus Yahya: Itu Komitmen untuk Bela Palestina

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pandangannya terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace yang digagas Amerika Serikat.

Menurutnya, langkah pemerintah tersebut justru mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan nasib rakyat Palestina di tengah dinamika global.

Gus Yahya menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace sebagai pilihan strategis yang tidak bisa dilepaskan dari misi kemanusiaan Indonesia terhadap Palestina.

“Keputusan Presiden (Prabowo) untuk bergabung dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.

Ia mengakui bahwa langkah tersebut tidak lepas dari kontroversi dan beragam penilaian publik. Namun, menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh membuat Indonesia menghentikan upaya nyata dalam mendukung perjuangan Palestina.

Menurut Gus Yahya, tantangan terbesar saat ini adalah merumuskan cara paling efektif agar dukungan tersebut benar-benar memberi ruang bagi rakyat Palestina untuk membangun masa depan mereka secara mandiri.

Ia juga menyoroti situasi politik global yang semakin kompleks dan sarat kepentingan. Persaingan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, China, Rusia, hingga negara-negara Eropa dinilainya menciptakan ketidakpastian yang harus dihadapi dengan strategi matang.

“Di tengah ketidakmenentuan ini, kalau kita sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka kita harus hadir di semua arena, di semua platform yang tersedia,” katanya.

Gus Yahya menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace menjadi penting agar Indonesia tidak hanya berdiri di luar dan menyaksikan proses internasional yang berpengaruh terhadap masa depan Palestina.

“Kita harus hadir supaya kita bisa berbuat sesuatu. Karena kalau kita tidak ada, kita hanya akan menonton dan membiarkan orang menentukan jalannya dinamika, jalannya pertarungan, dan proses-proses yang berlangsung sesudahnya,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghadirkan suara yang benar-benar membela Palestina di forum-forum internasional. Tanpa kehadiran pihak yang memiliki komitmen kuat, kepentingan Palestina berisiko terpinggirkan.

“Kalau tidak ada pihak yang sungguh-sungguh, sungguh-sungguh punya komitmen membantu Palestina, ada di dalamnya siapa yang akan bersuara demi Palestina. Maka menurut saya, harus ada di dalam platform yang tersedia itu suara yang membela kepentingan-kepentingan Palestina,” ujarnya menambahkan.

Gus Yahya juga tidak menutup mata terhadap fakta bahwa Board of Peace diisi oleh beragam kepentingan, termasuk dari Israel dan Amerika Serikat. Namun justru dalam situasi itulah, menurutnya, peran Indonesia dibutuhkan untuk terus menyuarakan kepentingan Palestina.

“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam apapun untuk membantu Palestina,” kata Gus Yahya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com