Kesehatan . 02/02/2026, 13:35 WIB

Cara Penularan Virus Nipah: Dari Kelelawar hingga Antarmanusia, Ini Jalur Penyebarannya

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Admin

fin.co.id - Isu merebaknya virus Nipah (Nipah virus/NiV) di India kembali memicu kewaspadaan global. Meski belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, para ahli menegaskan bahwa virus ini bukan ancaman fiktif.

Berdasarkan kajian ilmiah, virus Nipah telah lama bersirkulasi di alam dan memiliki potensi menimbulkan wabah serius jika tidak diantisipasi dengan baik.

Peneliti Ahli Utama Virologi sekaligus Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Niluh Putu Indi Dharmayanti, menyebut virus Nipah sebagai penyakit zoonotik berbahaya dengan tingkat kematian yang tinggi.

“Virus Nipah memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta aspek sosial dan ekonomi,” jelas Indi dalam keterangan resminya, Minggu (1/2/2026).

Virus ini pertama kali diidentifikasi saat terjadi wabah di Malaysia pada 1998 dan sejak itu muncul berulang di berbagai negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India dan Bangladesh.

Reservoir Alami Virus Nipah: Kelelawar Buah

Virus Nipah termasuk dalam genus Henipavirus dengan kelelawar buah dari famili Pteropodidae—khususnya genus Pteropus—sebagai reservoir alaminya.

Menariknya, kelelawar pembawa virus ini tidak menunjukkan gejala sakit, namun mampu menularkan virus ke hewan lain dan manusia. Keberadaan virus di tubuh kelelawar inilah yang menjadi titik awal berbagai jalur penularan Nipah ke manusia.

Cara Penularan Virus Nipah ke Manusia

Berdasarkan penjelasan para ahli dan otoritas kesehatan, penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur utama, yaitu:

1. Kontak dengan Hewan Terinfeksi

Manusia dapat tertular virus Nipah melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama babi. Penularan terjadi lewat urin, air liur, darah, atau cairan tubuh hewan yang mengandung virus. Pada wabah di Malaysia, penularan masif terjadi akibat interaksi intens antara manusia dan ternak babi yang terinfeksi.

2. Konsumsi Makanan yang Terkontaminasi Kelelawar

Di beberapa negara, kasus Nipah juga dikaitkan dengan konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urin atau saliva kelelawar, seperti buah-buahan dan nira aren yang dikonsumsi langsung tanpa proses pemanasan. Buah dengan bekas gigitan kelelawar berisiko tinggi menjadi media penularan virus.

3. Penularan Antarmanusia

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com