Megapolitan . 02/02/2026, 19:28 WIB

Dilema Lingkungan dan Urusan Perut, Pekerja Minta Bupati Tangerang Buka Lagi PT SLI 

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Deru mesin di PT Sukses Logam Indonesia (SLI), kawasan industri Oleg, Balaraja, Kabupaten Tangerang, telah berhenti sejak pertengahan Oktober lalu. Bagi Ade Majid (40), kesunyian pabrik bukan sekadar berhentinya produksi, melainkan awal dari perjuangan panjang demi sepiring nasi bagi tiga buah hatinya.

Sudah tiga bulan terakhir, Ade beralih profesi menjadi penjaga portal di kawasan industri. Pekerjaan serabutan ia lakoni demi menyambung hidup setelah Pemerintah Kabupaten Tangerang menerbitkan surat penghentian sementara aktivitas pabrik peleburan logam tersebut pada 17 Oktober 2025.

"Biarlah saya makan apa adanya, yang penting anak-anak tetap dapat asupan bergizi," ujar Ade saat ditemui di Desa Sentul, Sabtu (31/1/2026). Pria yang sebelumnya bekerja sebagai operator forklift ini kini menghabiskan hari-harinya di pinggir jalan, menanti recehan dari kendaraan yang melintas.

Dilema Lingkungan dan Urusan Perut 

Nasib serupa dialami Reza Pramudia, pengawas produksi di pabrik yang sama. Ia menyangsikan alasan penutupan yang disebut-sebut karena persoalan polusi udara dan kebisingan. Sebagai warga yang tinggal tepat di samping tembok pabrik, Reza mengaku tidak merasakan dampak kesehatan yang mengkhawatirkan.

"Saya tinggal di RT 03/02 Kampung Cengkok, persis di samping pabrik. Kami merasa sehat-sehat saja. Justru yang kami cemaskan sekarang adalah bagaimana membeli susu anak jika pabrik tidak kunjung beroperasi," kata Reza.

Polemik ini bermula dari Surat Bupati Tangerang Nomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 yang menginstruksikan penghentian sementara kegiatan produksi. Namun, bagi sekitar 110 pekerja, kata "sementara" kini terasa seperti "selamanya" karena belum ada kejelasan kapan mereka bisa kembali bekerja.

Kearifan Lokal yang Terancam

Pihak manajemen PT SLI melalui Divisi HRD, Doni, mengungkapkan bahwa perusahaan ini memiliki ikatan kuat dengan warga sekitar. Sebanyak 75 persen pekerja merupakan warga lokal dari 14 RT di Kampung Cengkok.

"Syarat bekerja di sini sederhana, cukup KTP Balaraja. Kami memprioritaskan warga Desa Sentul," jelas Doni. Hal inilah yang membuat para pekerja sulit mencari alternatif pekerjaan lain, mengingat keterbatasan kualifikasi akademik dan usia jika harus bersaing di perusahaan besar lainnya.

Kini, di ambang menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, beban ekonomi para pekerja semakin menghimpit. Mereka berharap Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, dapat meninjau ulang kebijakan tersebut dan memberikan solusi konkret bagi kelangsungan hidup ratusan keluarga yang menggantungkan nasib pada cerobong asap PT SLI.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com