Internasional . 03/02/2026, 16:34 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan telah memerintahkan dimulainya pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS), Selasa, 3 Februari 2026.
Perintah ini dikeluarkan Masoud, setelah Presiden AS, Donald Trump mengancam akan melakukan "hal-hal buruk" jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.
Teheran bersikeras menginginkan diplomasi, sambil bersumpah akan memberikan respons tanpa batas terhadap setiap agresi yang dilakukan AS.
"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat adanya lingkungan yang sesuai - yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal - untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata," tulis Pezeshkian dalam sebuah unggahan di X.
"Pembicaraan akan diadakan dalam kerangka kepentingan nasional kita," katanya. Ia menambahkan bahwa hal itu mengikuti permintaan "dari pemerintah-pemerintah yang bersahabat".
Dalam sebuah wawancara yang yang disiarkan pada awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, Iran telah kehilangan kepercayaan pada AS sebagai mitra negosiasi.
Namun, ia mencatat bahwa kesepakatan tentang isu nuklir dapat dicapai.
"Jadi saya melihat kemungkinan pembicaraan lain, jika tim negosiasi AS mengikuti apa yang dikatakan Presiden Trump: untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata untuk memastikan bahwa tidak ada senjata nuklir," katanya.
Pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington terhenti tahun lalu, setelah Israel melancarkan kampanye pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran pada bulan Juni dan memicu perang 12 hari.
Kini, jika Iran terus menolak membahas tentang program nuklir mereka, pemimpin AS telah berbicara tentang aksi militer dan mengirimkan kelompok kapal induk ke Timur Tengah.
Trump tetap berharap Washington akan "menyelesaikan sesuatu" dengan Teheran, tetapi juga memperingatkan bahwa "hal-hal buruk akan terjadi" jika tidak tercapai kesepakatan.
Seorang pejabat senior dari negara Teluk, Uni Emirat Arab, mengatakan Iran perlu mencapai kesepakatan dan "membangun kembali hubungan mereka dengan Amerika Serikat".
"Saya ingin melihat negosiasi langsung Iran-Amerika yang mengarah pada pemahaman sehingga kita tidak menghadapi masalah ini setiap hari," kata penasihat presiden Anwar Gargash, merujuk pada ketegangan baru-baru ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media