Kesehatan . 03/02/2026, 11:43 WIB

Waspada Virus Nipah, RS Rujukan dan Ruang Isolasi Disiagakan di Kabupaten Tangerang

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran virus Nipah (NiV). Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, penguatan sistem deteksi dini di tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan menjadi prioritas utama.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil mengingat karakteristik virus Nipah sebagai penyakit zoonosis yang sangat mematikan. Virus yang bersumber dari kelelawar buah (genus Pteropus) ini mampu menular dari hewan ke manusia dengan tingkat fatalitas yang tinggi.

"Kelelawar buah merupakan reservoir alami virus ini. Mereka membawa virus yang dapat menular ke hewan ternak maupun langsung ke manusia," ujar Hendra di Tangerang, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Risiko Fatal dan Ketiadaan Vaksin

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi virus Nipah dapat menyebabkan spektrum penyakit yang luas, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut hingga ensefalitis atau peradangan otak yang fatal. Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun pengobatan spesifik untuk infeksi ini.

Hendra memaparkan sejumlah gejala klinis yang patut diwaspadai masyarakat, antara lain:

• Gejala Awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan nyeri tenggorokan.

• Gejala Lanjutan: Kesulitan bernapas, pneumonia atipikal, hingga disorientasi dan penurunan kesadaran (koma) dalam waktu 24-48 jam.

"Jika masyarakat mengalami gejala awal tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter di puskesmas maupun rumah sakit terdekat," tambahnya.

Kesiapan Infrastruktur Medis

Meskipun Kabupaten Tangerang masih nihil kasus, Dinas Kesehatan telah menyiagakan RSUD sebagai rumah sakit rujukan dengan standar penanganan infeksi menular. Infrastruktur bekas penanganan pandemi Covid-19, seperti ruang isolasi dan tenaga medis terlatih, kini diaktifkan kembali untuk memantau potensi ancaman zoonosis ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani, menambahkan bahwa puskesmas kini memegang peran sentral dalam deteksi dini. "Edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terus kami masifkan melalui puskesmas agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada," tegas Sri.

Masyarakat diimbau untuk menghindari konsumsi buah-buahan yang memiliki bekas gigitan hewan liar dan menjauhi kontak langsung dengan hewan yang berpotensi menjadi pembawa virus.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com