Internasional . 05/02/2026, 21:06 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id – Dokumen masif mendiang financier kontroversial Jeffrey Epstein pada 30 Januari 2026 dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Terdapat lebih dari tiga juta halaman arsip rahasia. Di balik jutaan lembar dokumen tersebut, terselip fakta mengejutkan.
Epstein diketahui memiliki keterkaitan finansial yang erat dengan industri seni dan kerajinan tangan di Indonesia, khususnya Bali.
Langkah transparansi ini, yang dimandatkan oleh undang-undang terbaru AS, menunjukkan bahwa sang predator seksual menghabiskan ratusan juta rupiah untuk memboyong keindahan budaya lokal Indonesia ke properti mewahnya di luar negeri.
Ketertarikan Epstein terhadap estetika Nusantara kini menjadi sorotan baru dalam upaya mengungkap seluruh jaringan dan gaya hidup mewah yang ia bangun.
“Transparansi arsip ini bukan sekadar tentang prosedur hukum, melainkan upaya memetakan setiap sen kekayaan yang digunakan Epstein untuk membangun dunianya yang tertutup,” demikian pernyataan Departemen Kehakiman dalam rilis resminya.
Berdasarkan arsip spesifik berkode EFTA00521318, Epstein tercatat sangat aktif melakukan transaksi dengan para pengrajin di Bali.
Salah satu aliran dana yang paling mencolok adalah pengiriman uang sebesar lebih dari USD5.000 atau setara Rp84.194.500 (kurs 2026) kepada seorang seniman lokal.
Tidak hanya satu transaksi, dokumen tersebut merinci berbagai item mewah yang ia beli, di antaranya:
Seluruh barang tersebut tidak tinggal di Indonesia, melainkan dikirim melalui jalur logistik kompleks dari Surabaya menuju St. Thomas, Kepulauan Virgin AS.
Lokasi tersebut dikenal sebagai tempat Epstein memiliki pulau pribadi dengan reputasi kelam.
Dalam menjalankan belanja mewahnya, Epstein tidak menggunakan namanya secara langsung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media