Nasional . 05/02/2026, 12:00 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Langit pada pertengahan Februari 2026 akan menyuguhkan salah satu drama kosmik paling menawan yakni Gerhana Matahari Cincin (GMC). Fenomena yang sering dijuluki sebagai "Cincin Api" ini dijadwalkan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekaligus menandai pembukaan seri gerhana matahari di tahun tersebut.
Meski demikian, tidak semua penghuni Bumi bisa menyaksikan siluet bulan yang membingkai matahari ini. Berikut adalah panduan lengkap mengenai mekanisme, waktu, hingga wilayah yang bersiap menyambutnya.
Mengapa Disebut "Cincin"?
Secara teknis, gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, namun posisinya sedang berada pada titik terjauh (dekat apogee). Akibatnya, piringan Bulan tampak lebih kecil dan tidak mampu menutupi seluruh permukaan Matahari.
Nama fenomena ini berasal dari kata Latin, annulus, yang berarti cincin. Pada puncak gerhana, sekitar 96 persen permukaan matahari akan tertutup, menyisakan lingkaran cahaya terang di tepiannya yang menyerupai cincin api yang megah.
Jadwal dan Fase Gerhana (WIB)
Secara total, perjalanan bayangan bulan ini akan memakan waktu selama 271 menit. Bagi para pengamat di jalur pusat, durasi puncak "cincin api" akan berlangsung sekitar 2 menit 20 detik. Berikut adalah rincian fasenya dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):
• Awal Gerhana Sebagian: 16.56 WIB
• Awal Gerhana Cincin: 18.42 WIB
• Puncak Gerhana: 19.12 WIB
• Akhir Gerhana Cincin: 19.41 WIB
• Akhir Gerhana Sebagian: 21.27 WIB
Jalur Pengamatan: Antartika hingga Afrika Selatan
Sayangnya, Indonesia kali ini harus absen sebagai saksi mata. Posisi geografis tanah air berada jauh dari lintasan bayangan bulan (antumbra). Jalur utama gerhana ini mayoritas melintasi wilayah terpencil di Antartika dan bagian selatan Samudra Selatan.
Sementara itu, wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian meliputi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media