Megapolitan . 08/02/2026, 16:40 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Generasi muda Betawi, khususnya kalangan mahasiswa, didorong tampil di garis depan pembangunan Ibu Kota dan tidak sekadar menjadi penikmat perubahan di tanah kelahirannya sendiri. Seruan itu menguat dalam pengukuhan Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, yang dihadiri unsur Pemprov DKI, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta para sesepuh Betawi.
Agenda tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru periode 2026–2028 di bawah komando Renvino Akbar sebagai Ketua Umum. Struktur baru ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa Betawi yang adaptif, kompetitif, dan aktif mengambil peran dalam mendorong Jakarta menjadi kota berkelas dunia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Matsani, mengingatkan pentingnya menjaga sekaligus mengembangkan budaya agar tetap kontekstual di tengah derasnya modernisasi. Ia menekankan bahwa nilai-nilai luhur warisan orang tua Betawi harus menjadi energi untuk meningkatkan martabat masyarakat.
“Saya bersyukur lahir dan besar di lingkungan Betawi. Berkat doa, dukungan, dan bimbingan banyak pihak, saya masih dapat mengabdi untuk Jakarta. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan Betawi terus memberi kontribusi nyata bagi kota ini,” ujarnya.
Menurutnya, Pemprov DKI saat ini membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkembang. Ruang tersebut, kata dia, harus diisi dengan karya dan inovasi, bukan sekadar retorika pelestarian budaya.
Apalagi, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Tonggak sejarah itu dinilai sebagai momentum strategis bagi masyarakat Betawi untuk menunjukkan kapasitas dan kontribusi terbaiknya.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri. Kita harus menjadi tuan rumah, pengelola, dan bagian penting dari kemajuan Jakarta,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyoroti pentingnya soliditas dalam membawa Betawi ke panggung yang lebih luas. Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar, baik secara personal maupun kolektif.
“Bumi dan dunia kini berada di hadapan kita, dan tanggung jawab itu ada pada kita semua, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat. Saya meyakini bahwa para pengurus dan seluruh unsur komunikasi bukan hanya mampu berbicara kepada dunia, tetapi juga mampu menyuarakan Jakarta, bahkan hingga ke tingkat global,” kata Fauzi Bowo atau diknal Foke.
Ia mengingatkan bahwa persatuan tidak cukup sebatas slogan.
“Satu kata yang ingin saya tekankan adalah persatuan. Jangan hanya bersatu di mulut atau terucap di lisan, tetapi bersatulah di dalam hati. Di tangan kalianlah terletak masa depan kaum Betawi,” ujarnya.
Menurut Foke, pengelolaan Jakarta yang baik hanya bisa terwujud melalui kesungguhan dan rasa tanggung jawab bersama.
“Jika niat kita benar-benar tulus untuk mengangkat harkat, martabat, derajat, dan kemuliaan serta menjaga marwah masyarakat kota ini, maka buktikanlah bahwa di bawah kepemimpinan kita semua dapat tumbuh dan menjadi besar,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Ia juga menegaskan bahwa setiap elemen memiliki peran dalam perjuangan tersebut.
“Yang dapat saya lakukan adalah mengantarkan kaum saya sampai ke depan pintu. Selebihnya adalah tanggung jawab kita bersama. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bergerak dengan keikhlasan,” tambahnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media