Megapolitan . 12/02/2026, 18:19 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Satlantas Polresta Tangerang, Kamis (12/2/2026). Diskusi ini menjadi ajang bagi para calon pimpinan Polri untuk merumuskan transformasi taktis dalam menjawab tantangan sosial di masyarakat.
Acara yang mengangkat tema Program Transformasi Taktis Aktualisasi Kepemimpinan ini dibuka langsung oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada. Dalam arahannya, Indra menekankan bahwa aktualisasi kepemimpinan bukan sekadar penguasaan teori di kelas, melainkan kemampuan perwira dalam menerjemahkan ilmu menjadi solusi konkret.
"FGD ini harus menghasilkan formulasi yang aplikatif. Transformasi taktis adalah bagian dari implementasi Polri Presisi yang harus diwujudkan melalui langkah nyata di kewilayahan," ujar Indra.
Ia berharap ide-ide yang muncul dalam diskusi ini dapat ditelaah secara ilmiah ke dalam Naskah Karya Perorangan (Naskap) para peserta, namun yang lebih penting, dapat segera diimplementasikan dalam pelayanan masyarakat.
Dalam forum tersebut, dua peserta didik menyoroti isu krusial yang kerap menjadi keresahan warga di Kabupaten Tangerang, yakni sengketa lahan dan tawuran remaja.
Kompol Arief Nazzarudin Yusuf, yang juga mantan Kasat Reskrim Polresta Tangerang, memfokuskan pembahasannya pada pencegahan konflik pertanahan. Ia mendorong adanya langkah preventif dan kolaboratif agar perselisihan tanah tidak berujung pada eskalasi kekerasan.
"Kami ingin membangun konstruksi yang aktual terkait pemenuhan hak masyarakat. Pendekatan ini akan diperkuat melalui criminal justice system agar penanganannya lebih terintegrasi," tutur Arief.
Di sisi lain, Kompol Maryadi—eks Kapolsek Pasar Kemis—menyoroti pentingnya formula baru dalam menekan angka tawuran. Menurutnya, stabilitas Kamtibmas yang kondusif hanya bisa dicapai jika Polri mampu melakukan deteksi dini terhadap kerawanan sosial di tingkat akar rumput.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media