Ekonomi . 16/02/2026, 14:21 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Waspada buat Anda yang mau belanja dapur hari ini! Fenomena langka "double hit" perayaan besar sedang mengguncang pasar tradisional di Jakarta. Gabungan momen Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari besok, dengan hari pertama bulan suci Ramadhan di minggu yang sama, sukses memicu ledakan harga pangan yang luar biasa masif.
Jangan kaget kalau uang belanja Anda mendadak tidak cukup. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan harga sayur-mayur, bumbu dapur, hingga protein hewani mulai merangkak naik tak terkendali. Jika Anda menunda belanja, bersiaplah menghadapi risiko harga yang jauh lebih tinggi atau bahkan kehabisan stok di lapak pedagang.
Pasar tradisional Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu kenaikan harga yang bikin pusing kepala. Komoditas cabai merah keriting kini sudah nangkring di harga Rp 55.000 per kilogram. Lonjakan ini sudah terasa sejak sepekan terakhir dan diprediksi masih bisa merangkak naik menjelang hari-H perayaan.
Satrio, salah seorang pedagang sayur di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan ini adalah pola musiman yang tak terhindarkan. Permintaan yang membludak dari masyarakat yang merayakan Imlek sekaligus persiapan sahur pertama menjadi pemicu utamanya.
"Sebelumnya (cabai merah keriting) Rp 50 ribu, buat sekilo. Tapi kalau ada perayaan ya pastinya naik lah," ucap Satrio saat memberikan keterangan mengenai kondisi pasar yang mulai memanas pada Senin, 16 Februari 2026.
Kondisi lebih ngeri terjadi di lapak daging. Harga daging sapi lokal kini sudah melonjak ke angka Rp 140.000 per kilogram dari harga normal Rp 135.000. Satrio menambahkan bahwa pembeli kini berebut mendapatkan daging sapi berkualitas, baik untuk hidangan khas Imlek maupun stok menyambut puasa.
"Daging itu cepet abis sekarang malah. Pastinya ada yang beli buat Imlek, tapi sekarang ada juga yang buat nanti puasa," tambah Satrio menggambarkan betapa tingginya animo masyarakat saat ini.
Beralih ke Jakarta Selatan bagian lainnya, pasar tradisional Palmerah juga menunjukkan tren yang sama buruknya bagi kantong konsumen. Harga bawang merah kini sudah menyentuh Rp 53.000 per kilogram, padahal sebelumnya masih di angka Rp 45.000. Begitu juga dengan bawang putih yang meroket menjadi Rp 45.000 dari harga awal Rp 43.000.
Paling mencolok adalah harga telur ayam. Komoditas ini mencatatkan rekor harga tertinggi di angka Rp 32.000 per kilogram. Ketidakstabilan harga telur sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, namun momen menjelang Imlek ini menjadi puncak fluktuasinya.
"Kalau telur memang sejak bulan lalu (Januari) gak stabil. Pernah naik jadi Rp 28 ribu, terus turun lagi jadi Rp 27 ribu, gak lama kemudian naik lagi jadi Rp 29 ribu. Jadi memang banyak yang waspada sih," ungkap Nadia, pedagang sembako di Palmerah yang mulai cemas dengan daya beli pelanggan.
Jika harga di Jakarta sudah terasa berat, data Panel Harga Pangan per 14 Februari 2026 menunjukkan realitas nasional yang lebih pahit. Di tingkat konsumen rata-rata nasional, harga cabai rawit merah secara resmi sudah menyentuh angka Rp 73.339 per kilogram. Padahal di tingkat produsen, harganya masih berada di kisaran Rp 56.383 per kg. Ada selisih distribusi yang cukup besar yang harus ditanggung konsumen akhir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media