Nasional . 17/02/2026, 16:55 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah akhirnya memasuki momen krusial. Kementerian Agama RI secara resmi menggelar sidang isbat awal Ramadan 2026 pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026.
Sidang ini menjadi rujukan nasional bagi umat Islam di Indonesia untuk menentukan kapan ibadah puasa dimulai secara resmi.
Proses sidang isbat tidak dilakukan secara singkat. Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hari dengan agenda ilmiah yang melibatkan berbagai pihak.
Sidang diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi, pakar ilmu falak, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Selain itu, pemantauan hilal (rukyatul hilal) dilakukan di 96 titik lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hasil pengamatan dari berbagai daerah ini menjadi bahan utama dalam pengambilan keputusan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum yang menjunjung kehati-hatian dan kebersamaan umat.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dan hasil rukyatul hilal. Pemerintah memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan tidak hanya bersandar pada satu metode, tetapi menggabungkan pendekatan astronomi dan pengamatan lapangan.
Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.
Namun saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara:
Data tersebut menunjukkan hilal secara teoritis belum memenuhi kriteria visibilitas yang digunakan di kawasan Asia Tenggara (kriteria MABIMS).
Meski begitu, keputusan akhir tetap menunggu hasil pembahasan resmi dalam sidang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media