Nasional . 17/02/2026, 17:59 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1447 H di Hotel Borobudur, Selasa, 17 Februari 2026.
Semula, sidang isbat akan dilangsungkan di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Namun, dengan alasan penyesuaian kapasitas, lokasi dipindahkan ke Hotel Borobudur.
Rangkaian sidang isbat dimulai pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal yang terbuka untuk umum dan disiarkan langsung. Selanjutnya, pukul 18.30 WIB dilaksanakan sidang isbat yang bersifat tertutup.
Pengumuman hasil sidang sendiri akan diumumkan melalui konferensi pers pada pukul 19.05 WIB.
Dalam seminar posisi hilal terungkap bahwa posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 dearajat.
"Berdasar kriteria MABIMS, pada tanggal 29 Sya'ban 1447 H atau 17 Februari 2026 M, posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 dearajat," jelas anggota tim hisab rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya.
Ia melanjutkan, dengan demikian tanggal 1 Ramadan 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis, 19 Februari 2026.
"Kelaziman penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah di Indonesia menggunakan metode rukyat dan hisab. Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab," lanjutnya.
Cecep menerangkan, pada hari rukyat, Selasa, 17 Februari 2026, di seluruh wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat MABIMS.
"Oleh karenanya hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya di Bawah ufuk saat matahari terbenam," jelasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media