Internasional . 23/02/2026, 17:42 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Ribuan penerbangan dibatalkan akibat badai salju besar yang menyelimuti New York dan beberapa bagian timur laut AS pada Senin, 23 Februari 2026. Badan Prakiraan Cuaca memperingatkan ketebalan salju bisa mencapai 60 cm.
Situs pelacakan penerbangan FlightAware menunjukkan lebih dari 5.000 penerbangan telah dibatalkan pada awal pekan ini.
Sementara perusahaan analitik penerbangan Cirium mengatakan, lebih dari 25.000 penerbangan dijadwalkan berangkat dari AS pada hari Senin, dengan pembatalan juga meningkat untuk hari Selasa, terutama di bandara-bandara utama di wilayah Timur Laut.
Singapore Airlines (SIA) termasuk di antara maskapai penerbangan global yang telah membatalkan penerbangan ke dan dari bandara John F Kennedy dan Newark di New York.
“SIA akan menghubungi pelanggan yang terpengaruh untuk memberi tahu mereka tentang perubahan penerbangan mereka dan memberikan bantuan yang diperlukan. Karena situasinya masih berubah-ubah, penerbangan SIA lainnya mungkin juga terpengaruh,” kata maskapai tersebut dalam sebuah pengumuman.
Badai salju telah mengganggu perjalanan di sepanjang Pantai Timur dari Washington hingga New England. Para pejabat mendesak masyarakat untuk tidak menggunakan jalan raya.
Salju ringan dan "kabut beku" dengan suhu terendah -1°C tercatat di New York pada dini hari Senin, kata Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) di situs webnya.
NWS juga memperkirakan kondisi badai salju akan "dengan cepat terjadi" dari Maryland hingga New England bagian tenggara, membuat perjalanan "sangat berbahaya".
Kota New York, distrik sekolah terbesar di negara itu, memerintahkan semua gedung sekolah negeri ditutup.
Walikota Zohran Mamdani menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan kendaraan yang tidak penting untuk tidak menggunakan jalan kota dari Minggu malam hingga Senin siang.
Ia menyatakan, bahwa alat berat dan kru darurat membutuhkan jalan yang bersih karena curah salju semakin intensif. Kota ini berada di bawah peringatan badai salju pertama sejak 2017.
Kantor-kantor kota akan ditutup untuk layanan tatap muka, dan karyawan kota yang tidak penting dapat bekerja dari jarak jauh. "Saya
mendesak setiap warga New York untuk tetap tinggal di rumah," kata Mamdani.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media