Viral . 24/02/2026, 13:53 WIB

Geger Video Wali Santri Ngamuk ke Ustaz karena Anak Merokok, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Jagat media sosial kembali geger. Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan diduga wali santri mendatangi dan memaksa ustaz memberikan klarifikasi mendadak viral. Publik langsung bereaksi. Narasi yang beredar menyebut sang ibu tak terima anaknya ditegur karena merokok di lingkungan pondok pesantren.

Bukan cuma itu. Dalam video tersebut, perempuan itu juga mengaku sebagai istri polisi dan melontarkan ancaman akan melapor. Tak butuh waktu lama, potongan video itu menyebar luas dan memicu perdebatan panas di ruang digital.

Akun yang mengunggah konten tersebut, kingzadma, menyebut kejadian itu berlangsung di salah satu pondok pesantren di Lumajang, Jawa Timur. Warganet pun ramai-ramai menyoroti ketegangan antara wali murid dan pihak pengajar. Banyak yang menyayangkan sikap orang tua tersebut, sementara lainnya mempertanyakan duduk perkara sebenarnya.

Namun, benarkah peristiwa itu terjadi?

Di tengah polemik yang makin liar, pemilik akun kingzadma akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa video viral wali santri ngamuk ke ustaz itu bukan kejadian nyata.

Konten tersebut, kata dia, merupakan bagian dari behind the scenes (BTS) film santri Pondok Pesantren Nasyarifi. Artinya, adegan yang beredar hanyalah cuplikan proses produksi film, bukan peristiwa sungguhan seperti yang banyak diasumsikan warganet.

Ia mengaku sudah mencantumkan keterangan BTS di dalam caption unggahan. Namun, banyak pengguna media sosial yang tidak membaca penjelasan tersebut secara utuh. Alhasil, publik terlanjur menyimpulkan video itu sebagai kejadian riil di lingkungan pesantren.

Tak berhenti sampai di situ, pemeran ibu dalam video tersebut juga memberikan klarifikasi lanjutan. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan istri anggota polisi seperti yang disebut dalam adegan.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan soal “istri polisi” muncul secara spontan dan berada di luar naskah. Improvisasi itu tidak bertujuan menyinggung institusi atau pihak mana pun.

Menyadari dampak yang timbul, kreator dan pemeran dalam video tersebut menyampaikan permohonan maaf. Mereka mengakui bahwa konten itu kurang bijak karena berpotensi menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

Mereka juga menyadari bahwa tidak semua penonton membaca keterangan detail di caption. Ke depan, mereka berjanji akan lebih berhati-hati dalam mengemas dan menyebarkan konten, terutama yang berpotensi memicu kontroversi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pengguna media sosial. Sebelum ikut menyebarkan atau mengomentari video viral, pastikan memahami konteksnya secara utuh. Jangan sampai potongan adegan film dianggap sebagai kejadian nyata.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com