Nasional . 26/02/2026, 13:30 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan jajaran Gereja Ortodoks Indonesia dalam rangka dialog keagamaan dan pendalaman tradisi spiritual di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Metropolitan Photios of Demetrias serta Romo Episkop Daniel Byantoro dari Nikopolis bersama perwakilan Gereja Ortodoks Indonesia. Dalam suasana dialogis, pihak gereja memaparkan sejarah panjang serta praktik liturgi yang tetap dipertahankan sejak masa awal Kekristenan.
“Ritual kami itu awalnya dikompilasi oleh Yacobus, saudaranya Yesus, pada abad pertama. Pada abad keempat, liturgi itu diperluas sedikit, ditambah beberapa doa oleh Yohanes Krisostomus. Lalu ditambah lagi oleh Basilius Agung. Jadi, ini adalah liturgi dari abad pertama yang kami lakukan, bukan liturgi modern,” kata Romo Episkop Daniel Byantoro.
Ia menjelaskan, hingga kini Gereja Ortodoks masih mempraktikkan tiga bentuk liturgi kuno tersebut dalam peribadatan.
“Jadi, paling tidak kami memiliki tiga bentuk liturgi dari zaman kuno, yaitu Yacobus yang kami gunakan hanya pada waktu peringatan namanya, tanggal 27 Oktober. Setiap minggu kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Yohanes Krisostomus," katanya.
"Dan pada perayaan-perayaan besar, kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Basilius Agung. Jadi, inilah yang menjadi liturgi kami sampai sekarang,” lanjutnya.
Selain memaparkan liturgi, Romo Daniel juga menjelaskan tradisi puasa menjelang Paskah yang tengah dijalankan umat Ortodoks.
“Kami ini sedang puasa 40 hari menyongsong Paskah. Mulai kemarin kami sedang puasa sampai nanti menjelang Paskah, 40 hari kami puasa,” jelasnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Menteri Agama menyampaikan apresiasi sekaligus ketertarikannya untuk mempelajari lebih dalam ajaran dan doktrin Gereja Ortodoks.
“Jika ada buku, tolong berikan kepada saya, karena kami perlu memahami juga doktrin Anda. Bagi saya ini sangat penting, karena saya sendiri juga tertarik mempelajari perbandingan agama. Kami ingin mengetahui ajaran Anda” kata Nasaruddin.
Dalam dialog itu juga terungkap bahwa jumlah umat Gereja Ortodoks di Indonesia sekitar 2.000 orang yang tersebar di berbagai daerah.
“Hampir di seluruh Indonesia. Di Sumatera, di Kalimantan, di Papua, di Sulawesi,” ujar Romo Daniel, seraya menyebut lokasi ibadah di kawasan Jabodetabek, “Di Jakarta Selatan. Tangerang Selatan, termasuk Bogor dan Cinere,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog lintas iman serta membangun saling pengertian antarumat beragama di Indonesia.
Moh Purwadi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media