Internasional . 27/02/2026, 17:36 WIB

Unjuk Kekuatan pada China! Pesawat Militer Filipina-AS-Jepang Gelar Latgab di Selat Bashi

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Militer Filipina, Amerika Serikat (AS), dan Jepang melakukan latihan gabungan di Selat Bashi, yang memisahkan Filipina dari Taiwan. Demikian diungkapkan para pejabat militer, Jumat, 27 Februari 2026.

"Pesawat dari ketiga negara berpatroli di atas Kepulauan Batanes, paling utara Filipina dalam latihan yang bertujuan untuk menunjukkan kemampuan mereka untuk beroperasi bersama secara lancar di lingkungan maritim yang kompleks," kata militer Filipina dalam sebuah pernyataan.

"Operasi udara dilakukan di dalam wilayah udara di atas wilayah Filipina dan laut teritorialnya, di utara Luzon," lanjut pernyataan militer Filipina. Dijelaskan pula, kapal-kapal Angkatan Laut tetap berada di sebelah barat rantai pulau Batanes.

Filipina mengerahkan fregat Antonio Luna, helikopter, dan jet tempurnya ke latgab tersebut. Jepang mengerahkan pesawat P-3 Orion, sementara AS mengirimkan kapal perusak rudal USS Dewey dan pesawat Poseidon.

Latihan tersebut meliputi pengisian bahan bakar di laut, patroli udara gabungan, latihan terbang lintas, dan latihan pengecekan komunikasi.

Ini menandai pertama kalinya apa yang disebut Aktivitas Kerja Sama Maritim Multilateral (MMCA), yang melibatkan negara-negara tersebut meluas melampaui Laut China Selatan.

Di wilayah ini, Filipina dan China telah terlibat dalam bentrokan berulang kali atas wilayah yang disengketakan.

China Bereaksi Keras

Digelarnya latgab tiga negara ini memancing reaksi keras China.

"Filipina melibatkan negara-negara di luar kawasan untuk mengatur apa yang disebut patroli bersama, mengganggu perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," kata Zhai Shichen, juru bicara Komando Teater Selatan PLA.

Ia menambahkan bahwa Tiongkok telah melakukan "patroli rutin" di Laut Cina Selatan dari tanggal 23 hingga 26 Februari.

Pada bulan November, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membuat hubungan dengan Beijing memburuk dengan menyarankan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer dalam serangan apa pun terhadap Taiwan.

Menteri Pertahanan Jepang meningkatkan taruhan dengan mengatakan pada hari Selasa bahwa Tokyo berencana untuk mengerahkan rudal permukaan-ke-udara di salah satu pulau terpencil di bagian baratnya yang terletak dekat Taiwan pada awal tahun 2031.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com