Viral . 01/03/2026, 16:38 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali memanas. Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 langsung memicu reaksi luas, termasuk di dalam negeri. Namun, yang bikin publik makin heboh bukan cuma eskalasi konflik tersebut.
Nama budayawan Muhammad Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun tiba-tiba kembali jadi sorotan. Pernyataan yang ia sampaikan 14 tahun lalu kembali viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Warganet pun mengaitkan ucapannya dengan perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Kilasan pernyataan itu bermula dari sebuah acara tabligh di Masjid Agung Klaten pada 22 Februari 2012. Dalam forum tersebut, Cak Nun memaparkan pandangannya terkait potensi konflik besar di kawasan Timur Tengah.
Ia menyinggung kemungkinan terjadinya perang besar yang melibatkan sejumlah negara. Bahkan, ia juga mengungkap prediksi bahwa Arab Saudi akan berada di pihak Israel dan Amerika Serikat jika perang benar-benar pecah.
Pernyataan itu sempat menjadi perhatian pada masanya. Namun, seiring waktu, pembahasan tersebut mereda dan jarang terdengar lagi. Kini, setelah serangan terbaru ke Iran terjadi, potongan video dan kutipan lama itu kembali berseliweran di berbagai platform digital.
Serangan pada 28 Februari 2026 menjadi titik balik percakapan publik. Banyak pengguna media sosial mengaitkan situasi terkini dengan pernyataan Cak Nun 14 tahun lalu. Mereka membahas ulang prediksi tersebut dan membandingkannya dengan dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.
Tak sedikit yang menyebut pernyataan itu sebagai bentuk “peringatan dini”. Namun, sebagian lainnya melihatnya sebagai analisis situasi global yang memang sudah lama berpotensi memanas.
Dalam kesempatan tabligh di Klaten tersebut, Cak Nun tidak hanya berbicara soal kemungkinan perang. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai provokasi.
Ia mengingatkan agar Indonesia mampu mengantisipasi provokasi yang datang dari luar negeri maupun yang muncul dari dalam negeri sendiri. Pesan ini terasa relevan kembali, terutama ketika situasi global memanas dan arus informasi bergerak sangat cepat.
Di era media sosial, isu internasional mudah sekali memicu reaksi emosional. Karena itu, peringatan untuk tetap tenang dan waspada terhadap provokasi menjadi sorotan ulang dalam diskusi publik saat ini.
Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran memang menjadi sorotan utama. Namun, dampak diskursusnya di dalam negeri juga tidak kalah penting. Publik kini tidak hanya membahas konflik, tetapi juga mengingat kembali pandangan yang pernah disampaikan 14 tahun silam.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media