Internasional . 02/03/2026, 23:17 WIB

Ayatollah Ali Khamenei DIBUNUH, KIM JONG UN MURKA: Washington GANGSTER!

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id – Tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei membuat banyak pihak marah. Salah satunya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang disiarkan oleh Korean Central News Agency (KCNA), Kim Jong Un menyebut serangan Sabtu (28/2) yang meratakan kediaman Khamenei bukan sekadar operasi militer biasa.

Menurutnya, itu adalah provokasi yang menghina kedaulatan negara. Pyongyang tidak ragu menggunakan bahasa yang sangat emosional dan lugas untuk menggambarkan tindakan Washington dan Tel Aviv.

"Kampanye militer terhadap Iran oleh kedua negara tersebut merupakan tindakan agresi yang sepenuhnya ilegal dan bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling keji. Tindakan militer tersebut menunjukkan perilaku tak tahu malu. Washington seperti gangster. Menyalahgunakan kekuatan militer untuk memenuhi ambisi egois dan hegemonic," tegas Kim Jong Un.

Langkah Korea Utara ini bukan sekadar luapan emosi tanpa arah. Ada perhitungan catur geopolitik yang sangat rumit di baliknya.

Pyongyang dan Washington telah lama menjadi musuh bebuyutan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, upaya pendekatan tingkat tinggi terus digencarkan oleh Amerika Serikat.

Pemerintahan Donald Trump dikabarkan sangat ingin menghidupkan kembali pembicaraan nuklir dengan Kim Jong Un.

Reaksi keras ini seolah menjadi pesan bahwa “harga” untuk mendapatkan perhatian Pyongyang kini jauh lebih mahal daripada sebelumnya.

Korea Utara menggunakan narasi tersebut untuk meruntuhkan legitimasi moral Amerika Serikat di mata dunia, terutama setelah serangan yang dianggap menghancurkan simbol pemimpin tertinggi negara lain.

Selain itu, Kim Jong Un juga mengirim sinyal bahwa jika Washington ingin menjalin hubungan, mereka harus menerima realitas status nuklir Pyongyang tanpa syarat.

Dengan membela Iran, Korea Utara dinilai ingin membangun blok aliansi baru melawan dominasi militer Amerika Serikat di kawasan global.

Masa Depan Diplomatik di Ujung Tanduk

Padahal, pekan ini Kim Jong Un sempat memberikan secercah harapan bagi Washington.

Ia melontarkan pernyataan bahwa Korea Utara dan Amerika Serikat bisa “bergaul” dengan baik, dengan catatan Washington harus menerima status nuklir negaranya.

Namun, apakah kecaman keras atas insiden Iran ini akan merusak meja perundingan yang sedang dibangun?

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com