Nasional . 02/03/2026, 12:28 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang memastikan hingga saat ini tidak ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal wilayah tersebut yang ditempatkan di Iran. Hal ini menyusul situasi keamanan Timur Tengah yang kian tak menentu.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang, Iis Kurniati, menegaskan bahwa berdasarkan basis data resmi tahun 2025, tidak tercatat adanya warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di Teheran maupun kota-kota lain di Iran.
"Berdasarkan data kami, nihil PMI yang berangkat ke Iran. Konsentrasi penempatan pekerja migran asal Kabupaten Tangerang masih terfokus pada negara-negara teluk dan sekitarnya," ujar Iis kepada FIN, Senin, 2 Maret 2026.
Hingga awal 2025, Disnaker mencatat sebanyak 189 warga Kabupaten Tangerang telah diberangkatkan ke luar negeri. Mayoritas mengisi sektor formal dan jasa, seperti pengemudi, juru masak, petugas bongkar muat barang, hingga layanan kebersihan (cleaning service).
Adapun negara tujuan utama para pekerja tersebut meliputi Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (Dubai).
"Meskipun beberapa negara tetangga Iran juga terdampak dinamika regional, status keamanan PMI di sana masih dalam pemantauan pemerintah," tandasnya.
Situasi Terkini Iran, Israel, dan Amerika Serikat
Kekhawatiran terhadap keselamatan PMI dipicu oleh konfrontasi langsung yang kini pecah antara Iran dengan aliansi Israel-Amerika Serikat.
Hubungan Iran dan Israel telah bergeser dari "perang bayangan" menjadi serangan langsung. Iran secara berkala meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan terhadap konsulat dan wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sebaliknya, Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan presisi ke infrastruktur militer di dalam wilayah Iran.
Keterlibatan Amerika Serikat
Amerika Serikat tetap menjadi penyokong utama Israel dengan mengirimkan bantuan militer dan sistem pertahanan udara (seperti THAAD) ke kawasan tersebut. Meski awalnya AS berupaya mencegah perang terbuka (all-out war), kehadiran kapal induk dan jet tempur AS di Laut Merah dan Teluk Persia membuat tensi tetap berada di level tertinggi.
Dampak Ekonomi dan Jalur Perdagangan
Konflik ini mengancam jalur perdagangan global di Selat Hormuz. Jika eskalasi meningkat, harga minyak dunia diprediksi akan melonjak tajam, yang secara langsung akan berdampak pada ekonomi domestik Indonesia.
Posisi WNI
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus mengimbau WNI di kawasan konflik untuk meningkatkan kewaspadaan. Hingga saat ini, fokus utama evakuasi dan perlindungan berada di wilayah Lebanon Selatan, Iran, dan perbatasan Israel.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media