Nasional . 02/03/2026, 16:30 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Persiapan mudik Lebaran 2026 bukan cuma soal servis kendaraan dan menjaga stamina tubuh. Bagi pengguna mobil listrik, ada satu hal penting yang wajib diperhatikan, yakni perencanaan titik pengisian daya di sepanjang perjalanan, khususnya saat melintasi Tol Trans Jawa.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pun ikut melonjak, terutama saat periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Sebagai penyedia infrastruktur kelistrikan nasional, PT PLN (Persero) sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas SPKLU di sejumlah titik strategis.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menegaskan bahwa PLN akan mengganti unit pengisian daya berkapasitas kecil menjadi kapasitas lebih besar.
“PLN berkomitmen tentunya akan mengganti SPKLU yang masih 22 atau 40 menjadi 180, sehingga insya-allah nanti pada mudik, baik Imlek maupun Idul Fitri, tidak ada antrean yang berarti,” ujarnya di Tangerang.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pengisian daya sekaligus meningkatkan perputaran kendaraan di rest area.
Berdasarkan data terbaru, terdapat 53 rest area di sepanjang Tol Trans Jawa yang sudah dilengkapi fasilitas SPKLU dengan beragam kapasitas.
Jenis pengisian yang tersedia meliputi:
AC charging (arus bolak-balik)
DC fast charging (arus searah cepat)
Ultra fast charging hingga 200 kW
Meski jumlahnya terus bertambah, pemudik tetap disarankan menyusun strategi pengisian daya. Pasalnya, jumlah unit di tiap rest area masih terbatas dan potensi antrean tetap ada, terutama saat puncak arus mudik dan balik.
Berikut daftar lengkap rest area dengan SPKLU di Tol Trans Jawa:
Rest Area KM 10A: DC 60 kW
Rest Area KM 21B: DC 50 kW
Rest Area KM 45A: DC 60 kW
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media