Ekonomi . 04/03/2026, 14:34 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Bank Indonesia (BI) memastikan kehadirannya dalam menjaga stabilitas pasar keuangan Indonesia menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak volatilitas yang mungkin timbul.
Deputy Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menyampaikan, BI akan melakukan intervensi tegas dan konsisten melalui berbagai instrumen, termasuk Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), transaksi spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Kami akan melakukan intervensi tegas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder," jelas Destry kepada wartawan secara daring, Rabu, 4 Maret 2026.
Destry menambahkan, pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini masih dalam kondisi terkendali dan sejalan dengan pergerakan regional. Secara month-to-date, Rupiah tercatat melemah 0,51 persen, lebih stabil dibandingkan mata uang regional lainnya. Cadangan devisa Indonesia tetap terjaga di level USD 154,6 miliar per akhir Januari 2026, dengan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik mencapai Rp25,7 triliun.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menegaskan kesiapsiagaannya menghadapi potensi gejolak pasar akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari mengatakan, pihaknya terus memantau pergerakan pasar serta berkoordinasi dengan Self Regulatory Organization (SRO) untuk mengambil langkah kebijakan yang diperlukan.
"Kita akan terus melanjutkan program reformasi untuk peningkatan integritas dan likuiditas di pasar," ujarnya.
Selain itu, OJK berencana memperkuat manajemen risiko dan melakukan uji stres (stress test) dengan berbagai skenario, sekaligus melanjutkan reformasi struktural untuk memperkuat pasar modal Indonesia, guna memastikan pasar keuangan tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
Bianca Khairunisa/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media