Kesehatan . 05/03/2026, 19:38 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengeluarkan peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus penyakit campak. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini dikenal sangat menular dan dapat menyerang lintas usia, terutama bagi individu yang belum memiliki kekebalan tubuh atau belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa pola penyebaran virus ini terjadi sangat cepat melalui saluran pernapasan.
“Penularan paling umum terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi maupun menyentuh benda yang terkontaminasi virus juga menjadi jalur transmisi yang harus diwaspadai,” ujar dr. Dini pada Kamis (5/3/2026).
Masyarakat diminta untuk jeli mengenali gejala klinis sejak dini guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Fase awal infeksi biasanya ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 40 derajat Celsius, diikuti dengan batuk kering, pilek, serta konjungtivitis atau mata merah yang sensitif terhadap cahaya.
Gejala spesifik lainnya adalah munculnya bintik Koplik, yakni bintik putih kecil di dalam mulut, sebelum akhirnya ruam kemerahan menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.
Sebagai langkah preventif, dr. Dini menekankan bahwa imunisasi Measles Rubella (MR) adalah perlindungan paling efektif bagi masyarakat, khususnya kelompok anak-anak.
“Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk melengkapi status imunisasi MR. Disamping itu, konsistensi dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini di lingkungan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media