Megapolitan . 06/03/2026, 13:58 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi kini genjot perbaikan jalur lintasan mudik, sebagai persiapan menghadapi lonjakan arus kendaraan saat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah cepat ini bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, yang kembali ke kampung halaman saat melintas di Kabupaten Bekasi.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengungkapkan, dinas Bina Marga sudah diperintahkan untuk segera menambal titik-titik jalan yang rusak atau berlubang.
"Saya sudah instruksikan Bina Marga untuk mempercepat penanganan jalan rusak, terutama jalur lintasan mudik yang berlubang maupun mengalami kerusakan," ungkap Asep Surya Atmaja.
Perbaikan menjadi fokus utama karena volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan, terutama di ruas yang sering dilalui pemudik.
Berdasarkan data identifikasi dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Bekasi, terdapat 37 titik kerusakan jalan berlubang yang harus segera diatasi.
Titik utama kerusakan di Kabupaten Bekasi berada di jalur utama mudik, serta akses penting lain seperti Jalan Inspeksi Kalimalang.
"Banyak titik, terutama yang berlubang. Semua harus kita perbaiki agar masyarakat yang melintas lebih aman. Sebagian ruas juga berstatus jalan nasional dan provinsi sehingga perlu koordinasi. Kami sudah usulkan perbaikan sepanjang sekitar 33 kilometer," jelasnya.
Asep menargetkan seluruh perbaikan rampung sebelum arus mudik dimulai, bahkan optimis diselesaikan sebelum akhir pekan depan.
"Target sebelum arus mudik berlangsung semua sudah selesai. Bahkan kalau bisa sebelum akhir pekan depan sudah tuntas diperbaiki," ucapnya.
Kerja cepat ini didukung penyediaan anggaran darurat sekitar Rp1 – 2 miliar, melalui pergeseran anggaran untuk penanganan cepat.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mengusulkan perbaikan sepanjang 33 kilometer untuk ruas yang statusnya berada di bawah kewenangan provinsi atau pusat.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Henri Lincoln menambahkan, bahwa selain Kalimalang, perbaikan juga dilakukan di jalan pendukung seperti Jalan Pilar‑Sukatani dan kawasan Tambun Selatan.
"Sejumlah titik perbaikan mengalami penyesuaian karena lokasi kerusakan di lapangan berbeda dari rencana awal tahun anggaran," kata Henri Lincoln.
"Pada Jalur Pantura, penanganan bersifat sementara mengingat status kewenangan berada di pemerintah pusat. Begitu pula untuk Ruas Jalan Ma'mun Nawawi yang menjadi kewenangan provinsi," sambungnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media