Nasional . 08/03/2026, 17:56 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Tidak hanya guru dan tenaga pendidik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) juga memiliki tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi saat menutup kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) yang digelar di MAN 1 Kabupaten Mamuju, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu, 7 Maret 2026.
Zulfikar menegaskan, meskipun dirinya bertugas di Komisi IV DPR RI, upaya untuk ikut mencerdaskan generasi bangsa tetap menjadi tanggung jawab moral yang tidak bisa diabaikan.
“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta mencerdaskan anak-anak Indonesia khususnya di Sulawesi Barat. Karena itu, saya ikut terlibat dalam melatih guru-guru untuk belajar bagaimana mengajarkan matematika kepada anak didiknya di sekolah,” tegas Zulfikar.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan matematika bagi para siswa karena dapat membantu mengasah kemampuan berpikir logis dan bernalar.
“Kemamouan matematika ini sangat berguna untuk membekali siswa kemampuan bernalar dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, ketika para guru memahami metode dan strategi pengajaran matematika yang tepat, siswa akan lebih mudah memahami konsep dan prinsip dasar matematika. Pendekatan pembelajaran inilah yang diajarkan dalam program Gernas Tastaka.
Zulfikar pun berkomitmen agar program pelatihan tersebut tidak hanya berhenti di Mamuju, tetapi dapat diperluas ke seluruh wilayah Sulawesi Barat.
“Saya berjanji, pelatihan Gernas Tastaka ini tidak akan berhenti di Mamuju. Bersama IGI dan Gernas Tastaka, saya berharap pelatihan matematika ini juga diselenggarakan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat,” imbuhnya.
Sementara itu, Master Trainer Gernas Tastaka Dhitta Puti Sarasvati Ramli mengaku terkesan dengan antusiasme para guru yang mengikuti pelatihan tersebut.
“Guru di sini sangat antusias dan termotivasi belajar matematika. Tidak menganggap remeh pelatihan meskipun para peserta ada yang berlatar belakang guru SMA, widyaiswara bahkan ada yang bergelar doktor. Semua ikut belajar. Para peserta mampu memahami bagaimana belajar matematika ini dengan baik,” ujar Dhitta.
Ia menambahkan bahwa refleksi yang disampaikan para peserta menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap materi pelatihan.
“Peserta tidak hanya memahami penjelasan narasumber tetapi mampu menghayati materi pelatihan dengan sangat baik sehingga refleksinya sangat personal. Setiap peserta memiliki refleksi belajar yang berbeda. Ini bagus sekali,” tambahnya.
Menurut Dhitta, pembelajaran matematika sangat penting bagi masa depan siswa dan bangsa Indonesia karena mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
“Kompetensi matematika sangat penting dikuasai siswa Indonesia. Di antaranya pemahaman konsep matematis, berpikir kritis, komunikasi matematis, koneksi matematika yaitu menghubungkan matematika dengan ilmu lain dan dengan kehidupan,” kata Dhitta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media