Internasional . 09/03/2026, 16:28 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan Prancis agar tidak melakukan tindakan apa pun yang mendukung agresor yang menyerang Iran.
Seperti dilaporkan Tasnim News, Pezeshkian menekankan, bahwa langkah-langkah tersebut akan dianggap sebagai partisipasi dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dalam percakapan telepon pada Minggu, 8 Maret 2026, Pezeshkian dan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, membahas perkembangan regional setelah perang yang dipaksakan dan ilegal oleh Amerika Serikat (AS) dan rezim Israel terhadap Iran.
Pezeshkian menyatakan, selama negosiasi, AS untuk kedua kalinya melancarkan serangan ilegal terhadap Iran. AS berkoordinasi dengan rezim Israel. Iran menggambarkan langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Sang Presiden juga merujuk pada serangan AS-Israel terhadap target sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur penting.
Menurut Pezeshkian, semua tindakan yang diambil oleh Iran berada dalam kerangka membela diri. Ia memperingatkan bahwa keterlibatan negara lain, termasuk Prancis, baik ofensif maupun defensif, dalam mendukung para penyerang akan dianggap sebagai partisipasi langsung dalam perang.
"Tindakan seperti itu hanya akan memperumit dan meningkatkan situasi di kawasan tersebut," tambah Pezeshkian.
Ia menekankan bahwa pemerintah Iran, rakyat, dan Angkatan Bersenjata tetap teguh bertekad untuk membela negara.
Sementara itu, Macron menyatakan penyesalan atas hilangnya warga sipil Iran dan menyatakan bahwa Prancis menganggap serangan tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional.
Macron menambahkan bahwa negaranya tidak terlibat dalam konflik tersebut. Kedua presiden juga membahas masalah konsuler, termasuk masalah yang berkaitan dengan warga negara yang ditahan di kedua negara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media