Nasional . 09/03/2026, 10:05 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan membuka tambahan kuota penukaran uang baru untuk periode ketiga menjelang Lebaran 2026. Kepastian ini memupus harapan sebagian masyarakat yang masih menantikan pembukaan gelombang baru melalui jalur resmi bank sentral.
Melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia pada Jumat (6/3), BI menegaskan bahwa program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 hanya melayani penukaran hingga periode kedua saja. Saat ini, seluruh akses pemesanan pada kanal resmi terpantau sudah tertutup karena kuota telah habis terserap masyarakat.
Meskipun kuota pusat telah habis, Bank Indonesia menyarankan masyarakat untuk segera mendatangi kantor cabang bank umum terdekat. BI menyerahkan kebijakan penukaran uang pecahan kecil kepada masing-masing perbankan komersial sesuai dengan ketersediaan stok yang mereka miliki.
"Saat ini kuota penukaran hanya sampai periode 2. Kamu dapat menghubungi bank umum terdekat untuk menanyakan ketersediaan penukaran, sesuai kebijakan masing-masing bank," tulis pihak BI saat merespons pertanyaan warga di kolom komentar media sosial mereka.
Langkah ini menjadi opsi terakhir bagi warga yang ingin mendapatkan uang baru untuk kebutuhan salam tempel saat Idulfitri. Bank-bank besar seperti BCA, BRI, BNI, Mandiri, hingga BSI biasanya memiliki jadwal internal untuk melayani nasabah maupun masyarakat umum.
Waspada Modus Penipuan Atas Nama BI
Seiring tingginya permintaan uang baru, Bank Indonesia juga mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya hoaks dan aksi penipuan. Para pelaku kejahatan sering kali mengirimkan pesan singkat atau Direct Message (DM) yang mencatut nama 'Customer Service' Bank Indonesia untuk mengelabui korban.
BI menekankan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan kegiatan komersial secara langsung melalui pesan pribadi atau media sosial. Masyarakat wajib memahami bahwa kanal resmi pemesanan penukaran uang hanya melalui situs PINTAR di alamat pintar.bi.go.id.
"Masyarakat harus berhati-hati jika menerima tawaran penukaran uang di luar kanal resmi. Kami pastikan hal tersebut adalah hoaks," tegas BI.
Rekam Jejak Penukaran SERAMBI 2026
Sebagai informasi, BI telah menjalankan dua gelombang penukaran yang berlangsung sangat cepat. Gelombang pertama menyasar Pulau Jawa dan luar Jawa pada pertengahan Februari lalu. Sementara itu, periode kedua yang dibuka pada akhir Februari langsung ludes dalam hitungan jam karena antusiasme warga yang luar biasa.
Jadwal penukaran fisik untuk periode terakhir sendiri masih berlangsung hingga 15 Maret 2026 bagi mereka yang sudah mengantongi bukti pemesanan. Bagi Anda yang belum sempat mendaftar, segera kunjungi bank umum terdekat sebelum stok uang baru di perbankan nasional habis menjelang hari raya.(*).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media