Internasional . 09/03/2026, 19:47 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menekankan bahwa serangan Israel tidak akan mencapai tujuannya. Ia juga mengatakan, Lebanon siap melanjutkan negosiasi untuk menghentikan eskalasi Israel.
“Saya telah memberi tahu negara-negara besar dan PBB tentang kesiapan penuh Lebanon untuk melanjutkan negosiasi dan membahas langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk menghentikan eskalasi berbahaya Israel,” kata Aoun.
Hal itu diungkapkan Aoun dalam pertemuan dengan duta besar Denmark, Swedia, dan Norwegia, seperti yang dikutip oleh kantor berita negara NNA, Senin, 9 Maret 2026.
“Posisi Lebanon tetap teguh, sebagaimana tercermin dalam keputusan Kabinet pekan lalu, mengenai komitmen penuh dan final Lebanon terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2024, yang menjaga perdamaian dan stabilitas, sebagai imbalan atas kewajiban Israel untuk menghentikan serangannya di seluruh wilayah Lebanon,” tambahnya.
Meskipun ada perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah sejak November 2024, Israel terus melakukan pelanggaran hampir setiap hari yang telah menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.
Serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 400 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi di seluruh Lebanon sejak Senin di tengah serangan lintas batas dengan Hizbullah.
Eskalasi meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Setidaknya 10 orang tewas dan enam luka-luka dalam serangan udara Israel di Lebanon selatan, kata pihak berwenang pada Minggu malam.
Serangan itu menargetkan kota Sir al-Gharbiyyeh di Distrik Nabatieh, lapor Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Sedikitnya 49 orang tewas dalam serangkaian serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut, dan wilayah selatan negara itu pada hari Minggu, menurut laporan Kementerian Kesehatan dan media lokal.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah sedikitnya 55 orang tewas, termasuk anak-anak, dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon timur dan selatan pada hari Sabtu.
Israel telah memperluas kampanye militernya di Lebanon sejak Senin lalu menyusul serangan roket terbatas oleh kelompok Hizbullah di tengah ketegangan regional yang lebih luas terkait dengan perang AS-Israel melawan Iran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media