Internasional . 12/03/2026, 23:32 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kebakaran terjadi di atas kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78) pada Kamis, 12 Maret 2026. USS Gerald R. Ford adalah satu dari dua kapal induk AS di Timur Tengah.
Api awal telah dipadamkan, tetapi awak kapal masih melakukan pengendalian kerusakan, menurut seorang pejabat AS. Pusat Pemeliharaan Regional yang Ditempatkan di Depan Komando Sistem Angkatan Laut sedang bersiap untuk membantu armada dengan dukungan listrik, menurut informasi dari USNI News.
“Pada tanggal 12 Maret, USS Gerald R. Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal,” demikian bunyi pernyataan Komando Pusat AS yang diposting di situs media sosial X.
“Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran dan telah terkendali. Tidak ada kerusakan pada sistem propulsi kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil. Informasi tambahan akan diberikan jika tersedia.”
Pada hari Rabu, USS Gerald R. Ford beroperasi di bagian utara Laut Merah, di lepas pantai Al Wajh, Arab Saudi, menurut seorang pengamat kapal.
Kapal induk Ford dan tiga kapal pengawalnya – USS Mahan (DDG-72), USS Bainbridge (DDG-96), dan USS Winston S. Churchill (DDG-81) – melintasi Terusan Suez pekan lalu.
Gugus Tempur Kapal Induk Ford telah berpartisipasi dalam Operasi Epic Fury, kampanye AS-Israel melawan Iran yang hampir memasuki pekan kedua.
Kapal induk tersebut telah dikerahkan sejak Juni 2025 dan telah diperpanjang beberapa kali. Bulan lalu, Pentagon memperpanjang masa tugas Ford dan menugaskan kapal induk tersebut ke Timur Tengah menjelang dimulainya perang dengan Iran.
Jika Ford tetap dikerahkan hingga pertengahan April, itu akan memecahkan rekor penempatan kapal induk pasca-Perang Vietnam selama 294 hari. USS Abraham Lincoln (CVN-72) mencetak rekor itu pada tahun 2020.
Jika kapal induk tersebut tetap berada di luar hingga awal Mei, itu akan menyaingi penempatan lebih dari 300 hari yang dilakukan kapal induk selama Perang Vietnam ke Teluk Tonkin.
Selama tahun pertama pandemi COVID-19, USS Nimitz (CVN-68) berlayar selama hampir setahun karena perintah pembatasan pergerakan dan aturan seputar kunjungan pelabuhan terbatas yang dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran virus. Kapal induk tersebut dikerahkan untuk tugas nasional selama 263 hari.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media